NPL Bank Umum Berpotensi Turun

ampai akhir tahun ini ada keyakinan NPL bank akan melandai. Dunia usaha membaik, kredit perbankan tumbuh maka dunia usaha dan investasi akan positif,

17

Denpasar (bisnisbali.com) – Optimisme kondisi ekonomi yang membaik pascapelantikan Presiden dan kepastian kinerja para menteri sangat berpotensi mempengaruhi berbagai sektor, termasuk perbankan. Diprediksi membaiknya kondisi ekonomi secara tidak langsung akan membuat NPL atau kredit macet turun. Untuk bank umum diproyeksikan NPL berpotensi melandai di kisaran 2-2,5 persen.

“Sampai akhir tahun ini ada keyakinan NPL bank akan melandai. Dunia usaha membaik, kredit perbankan tumbuh maka dunia usaha dan investasi akan positif,” kata pengamat perbankan Dr. Yudhawan di Sanur.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi yang membaik secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi sisi permintaan perbankan, sehingga bank harus menyesuaikan suku bunga kredit. Bila bank tidak melakukan penyesuaian bunga pinjaman, golongan  menengah ke bawah akan paling merasakan. Satu contoh mereka yang berpenghasilan rendah kisaran Rp 2 juta per bulan. Dengan penghasilan tersebut, mereka di samping memenuhi kebutuhan sehari-hari juga memiliki tanggungan utang KPR maupun kendaraan. Dengan berpenghasilan sekitar Rp 2 juta, mereka masih ada sisa untuk memenuhi biaya hidup.

Asumsi ini berbanding terbalik jika ekonomi lesu, harga kebutuhan pokok ikut meningkat. Biaya hidup meningkat berarti ada pengurangan pada biaya angsuran sehingga berpotensi terjadi kredit bermasalah.

Menyikapi kondisi ini, pemerhati ekonomi Prof. Wayan Ramantha mengatakan, bank harus melakukan pembinaan kredit, menyalurkan kredit secara selektif. Dampaknya membuat LDR akan menurun. Satu sisi masyarakat berharap LDR perbankan ditingkatkan supaya bisa memacu sektor real. Tetapi melihat kondisi makro ekonomi saat ini, suka tidak suka bank-bank akan menurunkan LDR. *dik

BAGIKAN