Gandeng OJK, Tabanan Sosialisasikan KUR dan Aplikasi Layanan Website

Untuk mendorong serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Pemkab Tabanan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyelenggarakan sosialisasi KUR dan aplikasi layanan website.

30
OJK - Sosialisasi mendatangkan narasumber dari OJK Provinsi Bali dan perwakilan Biro Perekonomian Setda Provinsi Bali

Tabanan (bisnisbali.com) –Untuk mendorong serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Pemkab Tabanan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menyelenggarakan sosialisasi KUR dan aplikasi layanan website. Di sisi lain, Januari hingga Agustus 2019 realisasi penyaluran kredit bersuku bunga 7 persen ini di Tabanan telah mencapai Rp 520,433 miliar.

Kepala Bagian Ekonomi I Gst Putu Ekayana, di sela-sela sosialisasi KUR di Kantor Bupati Tabanan, Kamis (17/10) mengungkapkan, kegiatan sosialisasi digelar sehari di Kantor Bupati Tabanan diikuti 200 orang terdiri atas kalangan UMKM dan dari OPD terkait. Imbuhnya, sosialisasi ini diadakan dengan tujuan untuk mengkoordinasikan dan mensosialisasikan program pemerintah terkait dengan KUR, mempermudah akses pengajuan KUR, mempercepat realisasi dan pemanfaatan KUR tepat sasaran dan UMKM dapat mengetahui dan memanfaatkan KUR.

“Melalui sosialisasi ini bisa meningkatkan penyerapan produk pertanian lokal dan terbukanya lapangan pekerjaan pada UMKM, sehingga itu dapat memacu pertumbuhan perekonomian dan terkendalinya inflasi daerah. Sekaligus membuat UMKM tertib administrasi dan memiliki izin yang diperlukan sesuai dengan persyaratan program KUR,” tuturnya.

Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Tabanan, I Ketut Subrata Suyasa mengungkapkan, terima kasih dan apresiasi atas  acara sosialisasi KUR dan aplikasi layanan website www.kurbali.com yang dirancang oleh OJK Provinsi Bali, mengingat akan sangat membantu untuk mempermudah UMKM Tabanan dalam mengakses program KUR. “Suksesnya program KUR di Tabanan dapat dilihat dari berbagai indikator di antaranya jumlah serapan atau realisasi KUR, kondisi kualitas kelengkapan kredit dan tingkat pengembalian, maupun meningkatkan skala usaha UMKM penerima KUR dalam menyerap hasil pertanian lokal maupun tenaga kerja yang akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan Ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, data dari OJK Provinsi Bali target penyaluran KUR selama Januari hingga Agustus 2019 telah mencapai 77,94 persen dari target Rp 5.076 triliun lebih, sedangkan  untuk di Kabupaten Tabanan realisasi KUR sudah mencapai Rp 520,433 miliar.

“Guna menyukseskan program ini, kami harapkan kerja sama yang baik dari antar berbagai unsur, baik dari pemerintah pusat selaku pembuat kebijakan, perbankan pelaksana KUR serta para pelaku UMKM, serta aplikasi layanan website dapat dikembangkan dan dirasakan manfaatnya menuju Tabanan Serasi,” terangnya. *man

BAGIKAN