Tekan Risiko, SDM BPR Wajib Miliki Integritas 

Dalam pengelolaan sektor perbankan khususnya bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan dengan banyak risiko.

17
INTEGRITAS - Dalam rangkaian kegiatan pelatihan, direksi BPR selalu didorong untuk meningkatkan integritas.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam pengelolaan sektor perbankan khususnya bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan dengan banyak risiko. Guna menekan risiko tersebut, sumber daya manusia (SDM) BPR wajib memiliki integritas.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja, Jumat (18/10) mengatakan, pengurus baik direksi dan komisaris wajib mengikuti kegiatan sertifikasi kompetensi. Hal ini diyakini pengurus BPR mampu mengelola dana masyarakat. “Hal ini akan membuat BPR akan makin tumbuh dan berkembang,” katanya.

Ia menjelaskan, pada 2019 akan mendorong manajemen BPR di Bali guna lebih sadar risiko. Materi dalam pengelolaan perbankan berubah dan terus berkembang.

Suarja memaparkan, SDM BPR wajib memiliki integritas. “Di luar banyak orang pintar, bisnis perbankan tidak hanya membutuhkan orang pintar tetapi juga memiliki karakter jujur,” katanya.

Deputi Direktur Pengawasan LJK 2 dan Perizinan OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, SDM BPR diharapkan bisa mengikuti ketentuan tata kelola perbankan. Tindakan pelanggaran hanya akan mencederai integritas SDM BPR.

Jimmy Hendrik menyampaikan, SDM BPR harus belajar sehingga bisa mengikuti ketentuan POJK. Dalam POJK antara lain mengisyaratkan   SDM perbankan wajib memiliki integritas tinggi. Dengan modal integritas, SDM BPR akan mampu mengantarkan BPR tumbuh berkembang dan makin dipercaya masyarakat. *kup

BAGIKAN