HLM TPID Badung, Bahas Pengendalian Inflasi, Wabup Suiasa Dorong TPID Buat Inovasi

HIGH Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung dilaksanakan di Puspem Badung, Kamis (17/10) kemarin.

12
HLM TPID - Wabup Suiasa saat menghadiri HLM TPID Kabupaten Badung dilaksanakan di Puspem Badung, Kamis (17/10).

HIGH Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung dilaksanakan di Puspem Badung, Kamis (17/10) kemarin. Rapat ini guna membahas pengendalian inflasi, sekaligus evaluasi pelaksanaan pengendalian inflasi triwulan III dan penyusunan program kerja triwulan IV tahun 2019.

HLM TPID dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Bali Trisno Nugroho, Kabag Perekonomian AA Sagung Rosyawati, BPS Badung dan anggota TPID Badung.

Dalam sambutannya Wabup Suiasa  menyampaikan terima kasih karena HLM sudah dapat dilaksanakan rutin setiap tiga bulan. Menurutnya, rapat ini sangat penting untuk mewujudkan inflasi yang rendah dan stabil di Badung. Suiasa memahami Badung memiliki tantangan yang besar terkait dengan inflasi. Ini dikarenakan Badung sebagai sentralnya pariwisata Bali dan banyaknya kegiatan adat di Bali khususnya Badung yang menuntut akan pemenuhan kebutuhan pokok harus tetap tersedia dengan harga yang stabil.

Untuk itu, Suiasa mendorong TPID Badung dapat membuat inovasi dalam pengendalian inflasi. TPID harus  memiliki skenario permanen tentang kebutuhan bahan pokok saat kunjungan wisatawan baik pada low maupun high season, maupun pada hari-hari besar keagamaan. Dengan begitu, diharapkan tahun 2020 TPID Badung telah mempunyai sebuah grand design dan skenario langkah-langkah apa yang akan dilakukan dalam penanganan pengendalian inflasi. Hal ini juga sebagai dasar bagi pemerintah daerah untuk mendukung ketersediaan pangan. TPID juga perlu membuat inovasi informasi harga komoditas seperti running teks mengenai informasi harga kebutuhan pokok yang dapat ditayangkan di pasar-pasar, termasuk pengaduan masyarakat.

Suiasa juga berharap sinergitas yang telah terbangun selama ini baik TPID dengan BPS, Bulog, Bank Indonesia dan pihak lainnya agar tetap terjalin dengan baik.

Kabag Ekonomi AA Sagung Rosyawati melaporkan, perhitungan inflasi Badung masih merujuk angka inflasi Kota Denpasar. Secara umum Denpasar pada triwulan III inflasinya masih rendah dan stabil. Dari Januari-September 2019 sebesar 1,41. “Angka ini tergolong rendah dan stabil. Mudah-mudahan ke depan dapat dipertahankan, sehingga capaian inflasi sesuai target nasional yaitu 3,5 plus minus 1 persen, ” jelasnya.

Ditambahkan, selama triwulan III ini ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti, cabai merah, cabai rawit, ikan tongkol, daging ayam ras dan beras. Hal ini disebabkan kekurangan pasokan, menurunnya produksi dan turunnya suplay dari daerah produsen. Di samping itu, ada pula komoditas yang harganya berfluktuasi yaitu bawang merah, dan bawang putih.

Dijelaskan, risiko triwulan IV harus diwaspadai yaitu, masih ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar Bali, perkiraan musim hujan yang akan semakin meningkat sehingga dapat menurunkan produksi komoditas seperti cabai dan bawang serta meningkatnya permintaan seiring dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan perayaan Natal pada Desember nanti. Untuk menjaga ketersediaan pasokan, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi komoditas, mengoptimalkan pengelolaan controlled atmosphere storage (CAS), sehingga dapat menjaga ketersediaan bawang dan cabai di Badung. Untuk meningkatkan produksi daging ayam bahwa Pemkab Badung bekerja sama dengan BI Perwakilan Bali mengembangkan cluster ayam pedaging di Desa Taman. Pengembangan aplikasi fish go yang masuk top 45 inovasi nasional juga mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan salah satunya ikan tongkol. Rosyawati menyampaikan pula terkait rencana pemasangan alat informasi perkembangan harga/running teks di pasar-pasar strategis. “Kami Tim Kesekretariatan sudah melakukan FGD dan sosialisasi kepada pengelola pasar di lima pasar (Pasar Kuta I, Kuta II, Pasar Adat Blahkiuh, Mengwi dan Petang). Kami harapkan awal November alat sudah terpasang,” tambahnya. *sar

BAGIKAN