Wabup Suiasa Terima Kunjungan TPID Wilayah Kerja BI Cirebon

Kabupaten Badung menjadi magnet bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk belajar penyelenggaraan pemerintahan

22
KUNJUNGAN - Wabup Suiasa saat menerima kunjungan kerja TPID kabupaten/kota wilayah kerja Bank Indonesia Cirebon belajar ke Badung, Rabu (16/10).   (ist)

Paparkan Program Kembang Tri PURA, Antisipasi Gejolak Inflasi



Mangupura (bisnisbali.com) – Kabupaten Badung menjadi magnet bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk belajar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Hampir setiap hari ada saja kunjungan daerah lain untuk tukar-menukar informasi dan belajar ke Badung.

Seperti Rabu (16/10) kemarin, giliran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota wilayah kerja Bank Indonesia Cirebon yang mewilayahi empat daerah (Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu) belajar ke Badung yang diterima Wabup Badung I Ketut Suiasa.

Pada kunjungan tersebut hadir Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Asisten Daerah Kabupaten Majalengka Abdul Gani, Kepala Perwakilan BI Cirebon, Fadhil Nugroho dan Kabag Ekonomi Indramayu. Kunjungan yang diterima di ruang Kriya Gosana Puspem Badung ini dalam rangka saling tukar informasi mengenai pengendalian inflasi daerah sekaligus belajar terobosan percepatan pembangunan.

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, maupun Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis merasa sangat senang dapat berkunjung ke Badung. Menurutnya, Badung telah berhasil di segala bidang pembangunan, terlebih berprestasi di tingkat nasional melalui berbagai penghargaan yang telah diraih. Untuk itu, pihaknya sangat tepat belajar kiat-kiat dan terobosan yang telah dilakukan Badung sehingga dapat dipelajari dan dipraktikkan di daerahnya dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menjelaskan, dalam pengendalian inflasi, Badung sudah membentuk TPID. Dengan adanya TPID, Badung benar-benar dapat mengendalikan inflasi dengan baik. Tentu dalam pelaksanaanya harus taat pada asas, prinsip pengendalian yang mencakup 4K yaitu ketersedian pasokan, ketetapan harga, kelancaran produksi dan distribusi serta komunikasi yang efektif. Ditambahkan, pada 2018 Badung telah mengembangkan program Kembang Tri PURA (Pengembangan Tiga Pangan Utama Strategis), dengan pengembangan tiga sektor komoditi yaitu ayam petelor, bawang merah dan cabai. Dari sembilan bahan kebutuhan pokok, tiga pangan utama ini sangat labil menimbulkan gejolak inflasi. Untuk itu dengan pengembangan program Kembang Tri PURA ini diharapkan mengantisipasi dan menekan gejolak inflasi. Selain itu Badung juga telah membangun controlled atmosphere storage (CAS) di wilayah Petang untuk menyimpan bawang dan cabai guna mengantisipasi gejolak harga pangan di Badung. *adv

BAGIKAN