Tari Rejang Teratai Putih Perkaya Khasanah Tari Wali

Khasanah tari rejang makin kaya dengan rampungnya garapan Tari Rejang Teratai Putih oleh Ketut Rena.

25
Tari Rejang Teratai Putih

Denpasar (bisnisbali.com) – Khasanah tari rejang makin kaya dengan rampungnya garapan Tari Rejang Teratai Putih oleh Ketut Rena. Tari rejang yang digagas oleh Bendahara Korwil Bali  Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Jro Mangku Ayu Trimayukti menceritakan bunga teratai putih yang suci meski tumbuh di telaga yang kotor dan berlumpur.

Ketut Rena sebagai penggarap tari mengatakan, belakangan tari rejang sangat booming. Hampir tiap ada upacara di pura, ibu-ibu PKK ngayah menarikan rejang. Beranjak dari sana dan ada ide serta konsep tari yang ditawarkan Jro Ayu, ia mulai menggarap tari rejang teratai putih. “Semua sesuai dengan konsep ibu Jro Ayu untuk membuat tari ritual sebagai maskot PSN. Saya coba menggarap tari dengan simbul – simbul gerak yang banyak tiang tuangkan, termasuk simbul bunga teratai,” tutur Rena.

Terkait filosofi bunga teratai yang suci coba dituangkan dalam gerak dan busana yang digunakan yaitu baju putih dengan kamben putih dan selendang kuning. “Gerak – gerak tarinya tidak begitu sulit, memang saya buat sangat sederhana tapi tidak berarti gampang juga. Kenapa saya buat sederhana, karena tari rejang itu sifatnya tari ritual/upacara, jadi unsur – unsur  kesederhanaan yang ditonjolkan dengan catatan harus ikhlas. Kalau tari pertunjukkan yang ditonjolkan ekspresi dan karakter, sedangkan tari rejang yang penting keikhlasan melalui gerak – gerak sederhana penuh simbolis dan makna, ” terangnya.
Seperti bunga teratai yang putih bersih walaupun tumbuh di telaga yang kotor, ia mekar di atas telaga putih bersih dan suci. Yang dipresentasikan melalui kostum yang putih bersih dan menggunakan selendang kuning yang melambangkan sarinya. “Semua tiang garap sesuai dengan konsep- konsep Bu Jro Ayu. Mudah-mudahan apa yang ingin disampaikan melalui tari rejang teratai putih ini bisa diterima oleh masyarakat,” tandasnya.

Jro Mangku Ayu Trimayukti, menuturkan Tari Rejang Teratai Putih terinspirasi dari pin PSN yang berbentuk teratai. “Saya ingin ada maskot untuk PSN seluruh Indonesia, karena senang melihat tari-tarian Bali, makanya saya diskusi dengan pak Ketut Rena yang menciptakan banyak tari Bali kemudian tercinta tari Rejang Teratai Putih. Tari ini melambangkan bunga teratai yang merupakan pelinggihan (stana) Ida Berada,” tuturnya.
Bunga teratai memiliki filosofi sebagai bunga yang suci, meski tumbuh di lumpur bunganya tetap indah dan suci. Tari rejang ini dipentaskan perdana di Pura Gunung Salak, Jawa Barat saat pembukaan sarasehan pemangku. “Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa ada tari rejang ini,” katanya.

Jro Ayu mengatakan tari rejang teratai putih ini bisa ditarikan oleh siapa saja, tapi harus diingat ini adalah tari ritual bukan tari pertunjukkan yang bisa dipentaskan di mana saja dan tidak untuk dikomersilkan. “Tapi di awal ini, memang kami rintis untuk para pinandita. Untuk PSN kita wajibkan ini untuk tari utamanya, karena pinandita tidak hanya nganteb banten terutama pinandita istri juga bisa ngayah tari rejang,” tukasnya.

Selain itu gerakan sederhana namun tetap indah, ditujukan agar semua masyarakat bisa ikut ngayah menarikan tari rejang Teratai Putih tersebut karena belum tentu semua orang bisa menari.

Untuk saat ini baru PSN Denpasar yang bisa menari rejang teratai putih ini. Kedepannya akan disebarluaskan dimulai dari kecamatan – kecamatan akan ada satu leader yang akan melatih. “Rencana kami akan membuat video tutorial, step by step gerakannya seperti apa. Jadi pak Rena menjelaskan terkait gerakan, baru kami peragakan, sepaya lebih gampang masyarakat untuk belajar dan tidak lempas dari apa yang diciptakan,” katanya memungkasi. *pur

BAGIKAN