Nyoman Sudharma Jaga Kredit dan NPL

BANK BPD Bali memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di daerah ini, termasuk meningkatkan perkembangan sektor UMKM.

14

BANK BPD Bali memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di daerah ini, termasuk meningkatkan perkembangan sektor UMKM. Ini pula melatari Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma ini, terus berupaya meningkatkan pertumbuhan kredit yang menyasar semua sektor, termasuk  menjaga kualitas agar tidak sampai terjadinya lonjakan di rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL).

Sudharma mengakui, penyaluran kredit bertumbuh, Bank BPD Bali tetap mampu menjaga kualitas kreditnya.Bank berupaya menyalurkan kredit tepat sasaran dan meningkatkan kehati-hatian dalam penyaluran kredit.Ia menegaskan, NPL Bank BPD Bali mampu diturunkan dari 3 persen menjadi di bawah 3 persen. Ditargetkan, pada 2019 secara total NPL mampu ditekan menjadi 2,5 persen. “Kami optimistis NPL bank bisa di bawah 3 persen,” katanya.

Ia memastikan kalangan perbankan akan menurunkan suku bunga kredit menyesuaikan penurunan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang kini sudah berada di level 5,25 persen. Penurunan bunga kredit bahkan sudah mulai dilakukan namun secara bertahap hingga ke titik keseimbangan sesuai bunga acuan BI 7 day repo rate.

“Bank lokal Bali ini pasti mengikuti kebijakan otoritas dalam hal ini terkait suku bunga acuan BI 7 DRR. Bank milik krama Bali ini diakui telah melakukan penurunan suku bunga secara bertahap,” katanya.Diakui sejak Maret 2019, bank telah menurunkan suku bunganya menjadi 11-13 persen, yang sebelumnya 13-14 persen. Penurunan akan dilakukan secara bertahap ke depannya.

Dengan adanya penurunan suku bunga ini, diakui pertumbuhan kredit Bank BPD Bali meningkat sejak April. Ia pun mencatat hingga September 2019, bank berkantor pusat di Renon ini mampu menumbuhkan kredit 11 persen dengan total penyaluran Rp18,2 triliun. Dengan adanya penurunan suku bunga dikatakan akan mendorong intermediasi perbankan lebih tinggi dalam bentuk kredit. Itu terlihat hingga September 2019, bank juga mampu membukukan laba Rp496 miliar.“Kami menargetkan hingga akhir 2019 laba yang ingin dicapai yaitu Rp541 miliar,” ujarnya.Saat ini, porsi penyaluran kredit Bank BPD Bali lebih banyak ke kredit consumer yaitu 57 persen dan kredit produktif 43 persen. *dik

BAGIKAN