Jangger Menyali Ditampilkan pada Fessensaw Tahun 2019

Kesenian Jangger Menyali mampu menyedot perhatian penonton saat pembukaan Festival Seni Sawan (Fessensaw) Tahun 2019 yang digelar di Pesisir Pantai Kerobokan Kecamatan Sawan, Rabu malam.

22
Tari Jangger Menyali dipentaskan dalam kegiatan Fensensaw 2019.

Singaraja (bisnisbali.com) – Kesenian Jangger Menyali mampu menyedot perhatian penonton saat pembukaan Festival Seni Sawan (Fessensaw) Tahun 2019 yang digelar di Pesisir Pantai Kerobokan Kecamatan Sawan, Rabu malam.

Terlihat para penonton menyambut dengan tepuk tangan yang meriah saat tarian yang ditarikan oleh pelajar SMA dan SMP dari Kecamatan Sawan ini memasuki panggung. Kesenian Jangger Menyali merupakan tarian unik dan diperkirakan hampir punah yang berasal dari Desa Menyali Kecamatan Sawan, dikatakan unik karena Japik atau penari laki-laki memakai kostum seperti bala tentara lengkap dengan baret serta kaca mata hitam.

Penampilan Jangger Menyali pada pergelaran seni fessensaw ini merupakan wujud pemerintah daerah dalam upaya pelestarian seni budaya agar tetap eksis di tempat lahirnya. Demikian dikatakan  Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG di sela – sela pembukaan Fessensaw tahun 2019. Fesensaw dibuka secara resmi dengan pemukulan gong didampingi Camat Sawan, I Gusti Ngurah Suradnyana di Kawasan Pesisir Pantai Kerobokan.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Sutjidra menyambut baik terselenggaranya Fessensaw serta mengajak seluruh jajaran pemerintah di Kabupaten Buleleng untuk berupaya membangkitkan semangat masyarakat dalam upaya mempertahankan seni budaya di Kabupaten Buleleng.“ Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya kita,”ucapnya.

Wabup Sutjidra juga menambahkan, pergelaran seni ini selain upaya pelestarian budaya juga memberikan hiburan kepada masyarakat serta pembangunan di Buleleng dapat terlaksana dengan baik. Fessensaw dilaksanakan agar dapat memberikan ruang kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni budaya dalam berkreatifitas. ” Khususnya generasi muda di Kecamatan Sawan, kita harus bangkitkan lagi semangat berkesenian,”tambah Wabup Sutjidra.

Camat Sawan Drs. I Gusti Ngurah Suradnyana dalam laporannya mengatakan, Fessensaw tahun ke empat ini akan berlangsung 5 hari yakni tanggal 16 sampai dengan tanggal 20 Oktober yang dilaksanakan di Kawasan Pesisir Pantai Kerobokan Kecamatan Sawan. Ia juga mengatakan Fessensaw kali ini mengambil tema“ Sawan Pramodita” yang artinya Sawan yang Gemilang. Fessensaw merupakan pagelaran seni budaya di Kecamatan Sawan yang menampilkan kesenian khas Kecamatan Sawan seperti Arja Muani, Janger Menyali, parade gong kebyar, lomba menjejaitan, serta band lokal dan artis Bali.

Pergelaran seni sawan ini masih kata Ngurah Suradnyana, juga dilaksanakan sebagai upaya  untuk mewujudkan pelestarian serta menggali potensi seni budaya yang ada di Kecamatan Sawan. Dalam hal ini lebih menonjolkan seni budaya yang hampir dilupakan seperti Tari Legong Pengeleb, Janger Menyali, serta arja muani.“Kita berupaya merekonstruksi kegiatan kesenian  yang hampir hilang dan kita rasa sudah berhasil dibangkitkan kembali melalui pagelaran Fessensaw kali ini,”pungkasnya. *ira

BAGIKAN