Kopi Rijek Diolah Jadi Bernilai Ekonomis  

Petani kopi kerap mengeluarkan kopi rijek yang tidak laku terjual. Untuk membantu para petani, Ni Made Defy Janurianti, S.TP., memproduksi pengharum ruangan dari biji kopi rijek tersebut, sehingga dapat meningkatkan penghasilan para petani kopi tersebut. 

22
PENGHARUM - Ni Made Defy Janurianti, S.TP., menunjukkan pengharum ruangan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Petani kopi kerap mengeluarkan kopi rijek yang tidak laku terjual. Untuk membantu para petani, Ni Made Defy Janurianti, S.TP., memproduksi pengharum ruangan dari biji kopi rijek tersebut, sehingga dapat meningkatkan penghasilan para petani kopi tersebut.

Defy menuturkan, baru 3 bulan terakhir ini mulai mencoba memproduksi pengharum ruangan berbahan alami tersebut. “Saya awalnya ingin membantu petani, karena banyak petani kopi binaan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa yang mengeluhkan kopi rijek yang tidak bisa dijual. Dari sana muncul ide, membuat pengharum ruangan dari kopi rijek tersebut,” kata staf di Fakultas Pertanian Unwar tersebut, Selasa (16/10) di Denpasar.

Selain untuk membantu petani, pembuatan pengharum ruangan dari kopi ini dikatakan karena melihat banyak orang yang merasa pusing dan kurang nyaman dengan pewangi sintetik yang terlalu kuat. Sementara biji kopi memiliki banyak manfaat di antaranya mengusir serangga karena kafein dan diterpen yang terkandung dalam kopi bisa sangat beracun bagi serangga. “Serangga yang paling responsif terhadap racun ini di antaranya adalah lalat, nyamuk, kumbang dan hama tanaman.  Kopi tidak hanya mampu menghalau bau tidak sedap juga mampu menyerap bau sehingga disebut penetral bau,” katanya.

Pengharum ruangan dan penyerap bau dapat ditaruh di dapur, kamar mandi, mobil dan kulkas. “Aroma kopi juga sudah dikenal memberikan efek relaksasi sehingga membuat orang yang menghirup merasa tenang, nyaman dan fresh. Dengan Ko-Ka kopi Bali, penikmat kopi bisa menikmati kopi dengan cara yang berbeda,  pada Ko-Ka biji kopi kami menggunakan istilah pure coffee yang berarti kami menggunakan biji kopi asli sebagai bahan baku dalam pembuatan pengharum dan penyerap bau,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, membuat pengharum ruangan tersebut ia mulai melakukan penelitian di lab. “Karena memakai kopi rijek harus diukur dulu kadar air kopinya yang tepat, biar keluar bau yang enak dan hasilkan warna yang sama setelah penyangraian,” katanya.

Untuk pemasaran dikatakan baru dimulai dengan pemasaran secara online. “Saya tengah menjajaki pemasaran lebih luas ke ritel-ritel. Kami juga menerima untuk suvenir nikah dengan minimal order 100 pcs,” katanya.

Terkait persaingan dengan produk sejenis, ia lebih konsen ke kualitas, agar aromanya lama dan dari desain juga dibuat berbeda. “Dari segi aroma bisa bertahan 1 bulan tapi bisa dipakai 6 bulan sebagai penetral bau. Harga yang kami patok masih di bawah pasar yaitu Rp20 ribu, sedangkan harga pasar berkisar Rp25 ribu – Rp75 ribu,” kata wanita asli Tabanan tersebut. *pur

BAGIKAN