Bijaksana Bersentuhan dengan Ponsel, Berisiko bagi Kesehatan

Kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi dengan adanya berbagai jenis smartphone yang makin canggih, membuat sebagian besar orang dari anak-anak hingga dewasa tidak bisa lepas dari ponsel.

11
Kepala Balai Monitoring Denpasar, Supriadi, S.H., M.H.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kemajuan teknologi di bidang telekomunikasi dengan adanya berbagai jenis smartphone yang makin canggih, membuat sebagian besar orang dari anak-anak hingga dewasa tidak bisa lepas dari ponsel.

Tiap saat bersentuhan dengan ponsel, ternyata memiliki risiko bagi kesehatan sehingga harus lebih bijak dalam menggunakannya.
Kepala Balai Monitoring Denpasar, Supriadi, S.H., M.H., mengatakan tanpa disadari tiap saat masyarakat bersentuhan dengan frekuensi. “Masyarakat tidak sadar bahwa tiap menggunakan handphone itu sudah bersentuhan dengan frekuensi. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi selalu bersentuhan dengan hp,” tuturnya.
Supriadi mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan handphone, karena membawa dampak buruk bagi kesehatan. “Saya berharap masyarakat lebih hati-hati, dalam menggunakan handphone. Kalau mau tidur jangan meletakkan hp terlalu dekat, karena berdampak buruk bagi kesehatan,” tandasnya.

Sejumlah penelitian menunjukan terjadi peningkatan risiko tumor otak pada sisi kepala yang banyak digunakan untuk menelepon. Namun, sebagian peneliti mencurigai adanya risiko lebih tinggi pada anak-anak dari radiasi yang dihasilkan HP, jika dibandingkan dengan orang tua. Hal ini disebabkan penyerapan radiasi yang lebih tinggi pada anak karena beberapa faktor, seperti jaringan otak, tengkorak kepala dan ukuran tubuh yang berbeda. Demikian juga janin yang dianggap lebih rentan terhadap paparan radiasi terutama pada otak.
Karenanya beberapa negara memberikan peringatan khusus mengenai penggunaan HP dan perangkat elektronik nirkabel lain untuk anak-anak, yaitu jarak penggunaan HP dan perangkat nirkabel yang ditetapkan minimal 20 cm dari tubuh anak-anak.
“Karenanya saya berharap, masyarakat lebih waspada dan hati-hati dalam penggunaan handphone. Banyak orang yang tidak tahu risiko yang dihadapi,” katanya memungkasi. *pur

BAGIKAN