Raih Dana LPDB, Koperasi harus Berbenah

35
Wayan Murja, S.E., M.M.

Denpasar (bisnisbali.com) – Empat kali meraih dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Ema Duta Mandiri (KSP EDM)  Wayan Murja, S.E., M.M., mengatakan, tidak ada hambatan bila laporan keuangan sudah baik. Untuk itu koperasi harus berbenah agar pertumbuhan koperasi baik.

Dikatakan, bila persyaratan telah dipenuhi tidak ada kendala mengakses LPDB.  Yang penting semua sesuai dengan anggaran dasar koperasi, kemudian mengantongi perizinan dan memenuhi perpajakan maka tidak ada kendala dalam mengakses LPDB.

Terkait pembuatan proposal yang kerap menjadi kendala koperasi mengakses LPDB, dikatakan tidak menjadi masalah karena semua dibuat sesuai dengan laporan keuangan koperasi.

“Memang agak rumit dalam pengisian formulir, tapi bila semua sudah sesuai dengan laporan keuangan maka tidak ada masalah. Tapi kuncinya adalah laporan keuangan dan sistem akuntansi. Jadi itu yang harus diperbaiki, kalau sudah bagus pasti mudah mengakses LPDB,” katanya, Senin (14/10) di Denpasar.

Dengan dana LPDB, koperasi dapat meningkatkan daya saing dengan lembaga keuangan lain, baik perbankan maupun Lembaga keuangan mikro lainnya. Karena suku bunga kredit dapat ditekan. Di sisi lain, koperasi lebih mudah memperlebar sayap dengan menambah anggota baru. “Dana besar dari LPDB bisa menstimulus koperasi kita, memperbesar koperasi, meningkatkan jaringan pelayanan kepada masyarakat. Kita juga berupaya meningkatkan kinerja, karena kalau kinerja kita buruk maka LPDB tidak akan memberikan dana bergulir, seperti NPL harus di bawah 5 persen, sistem pengelolaan koperasi juga harus ditingkatkan dengan good government, tata kelola juga ditingkatkan, pertumbuhan prinsip-prinsip perkoperasian juga ditingkatkan pertumbuhan anggota, pertumbuhan layanan,” paparnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut dan kualitas layanan juga dikatakan sangat diperhatikan dan menjadi pertimbangan dari LPDB.

Untuk diketahui, Provinsi Bali masih mendapatkan dana bergulir dari LPDB-KUMKM nomor 6 se-Indonesia, yaitu sebanyak Rp469 miliar. Namun, menurut Direktur LPDB -KUMKM, Braman Setyo, pada 2019 ini baru tersalurkan Rp2 miliar saja. *pur

BAGIKAN