Pasar India Perlu Disupport Tambahan  ’’Direct Flight’’

Tantangan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan India ke Bali adalah belum banyaknya penerbangan langsung dari dan ke India.

37
BERLIBUR -Wisatawan asal India yang berlibur ke Bali. 

Denpasar (bisnisbali.com)-Tantangan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan India ke Bali adalah belum banyaknya penerbangan langsung dari dan ke India. Ketua Indonesian Hotel General Manager Association Bali Chapter, I Nyoman Astama, Minggu (13/10) mengatakan, passr India memerlukan tambahan direct flight guna memperlancar akses penerbangan wisman terutama dari India ke Bali.

Saat ini penerbangan Bali – India hanya 3 kali seminggu. Itu pun baru Garuda Indonesia yang melakukan direct flight Mumbai-Bali. Peluang ini juga mesti didorong dan diambil oleh maskapai penerbangan untuk melakukan penerbangan secara langsung dengan rute India-Bali.

Dalam hal baru ini untuk merangsang maskapai penerbangan, pemerintah selaku pemegang otoritas dan kebijakan bisa memberikan insentif. Pemberian insentif   untuk mendorong maskapai penerbangan menambah rute penerbangan ke India termasuk sebaliknya dari India ke Bali. Ini sebagai realisasi meningkatkan investasi yang sudah diprogramkan oleh presiden Jokowi dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

Opsi penerbangan melalui kota ketiga juga menjadi sangat praktikal sebagai alternatif untuk meningkatkan akses ke Bali dari India. Inui misalnya bisa melalui Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, atau Bangkok. “Meskipun dengan Singapore Airlines sedikit lebih tinggi biayanya dibandingkan Malaysia Airlines atau Garuda Indonesia, namun yang penting ada alternatif dan solusi tambahan akses,” jelasnya.

Nyoman Astama menambahkan upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan promosi di negara-negara tetangga atau sumber wisatawan. Ini di mana di sana ada ekspatriat India atau bahkan di negara di mana banyak dikunjungi oleh wisatawan India. Dengan demikian paket-paket wisata Bali bisa dapat menyasar segmen yang ditargetkan. *kup

BAGIKAN