I Nengah Karyawan Festival untuk Promosi

BAGI Perbekel Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, I Nengah Karyawan, tahun ini merupakan tahun festival bagi desanya.

14

BAGI Perbekel Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, I Nengah Karyawan, tahun ini merupakan tahun festival bagi desanya. Festival Garam Amed digelar selama dua minggu dan baru akan berakhir minggu depan yakni Sabtu (19/10) di lokasi penggaraman tradisional di Amed. Seminggu setelah Festival Garam Amed ditutup, direncanakan digelar Festival Budaya Amed, sekitar seminggu.

Semua festival itu, dalam rangka mempromosikan objek wisata Amed dan sekitarnya. Di mana, tradisi penggaraman tradisional yakni garam Amed yang akhirnya diketahui memiliki kualitas yang terbagus di dunia, diketahui dan diakui bahkan oleh sejumlah juru masak hotel bintang lima. “Festival dan pendirian pusat garam Amed itu, selain untuk terus mempromosikan pantai Amed sebagai objek wisata internasional, juga ditambah lagi dengan keunikan kebudayaan, salah satunya warisan leluhur berupa tradisi bertani atau penggaraman tradisional, selain sebagai nelayan,” katanya.

Sementara itu, kata Karyawan, Festival Budaya Amed, digelar baru pertama kali dan dalam rangka memotivasi warga, khususnya generasi muda, untuk kreatif dan inovatif. Festival Budaya Amed digelar dalam rangka HUT Desa Purwakerti,  yang lebih dikenal dengan Amed. Amed pada zaman dahulu terkenal, karena pernah ada pelabuhan nelayan dan pelabuhan dagang yang sering disinggahi pedagang Tionghoa. Sampai kini, Amed dikenal sebagai pelabuhan nelayan dan menjadi pusat pendaratan ikan bagi nelayan tradisional. “Kami berharap Pemkab Karangasem ke depan sesekali mengagendakan festival di Amed, dalam rangka lebih mempromosikan, melestarikan seni budaya masyarakat Amed sebagai desa pertanian dan nelayan yang kini berkembang menjadi desa wisata.

Selama ini festival  kebudayaan rutin digelar di Tulamben, di Tirtagangga atau desa lainnya yang sudah terkenal. Kami mohon nanti festival yang dibiayai pemerintah sekali waktu digelar di Amed. Terkait festival Amed yang kami biayai dari desa sendiri,  kami sudah mengajak dan mengkoordinasi sekitar 200 pengusaha, baik pemilik hotel dan restoran di Desa Purwakerti, agar Amed lebih ramai. Tujuannya agar ada peningkatan kunjungan serta wisatawan yang menginap di hotel di Amed dan sekitarnya,” katanya. *bud

BAGIKAN