Direvitalisasi, Omzet Pasar Melonjak hingga 200 Persen

Denpasar Dirikan Sekolah Pasar

18
PASAR - Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat melakukan kunjungan ke Pasar Nyanggelan Panjer.   (sar)

Denpasar Dirikan Sekolah Pasar

Denpasar (bisnisbali.com) – Tak sekadar melakukan revitalisasi terhadap pasar-pasar yang ada, Denpasar juga mendirikan sekolah pasar untuk mengubah mindset pedagang dari tradisional ke modern. Hal ini dikemukakan Wali Kota Denpasar IB Rai D. Mantra saat berkunjung ke Pasar Nyanggelan Panjer Denpasar, Sabtu (12/10) kemarin.

Sekolah pasar, tegasnya, mengajarkan pedagang untuk bagaimana cara berdagang dengan benar, bagaimana cara menata dagangan dengan baik sehingga menarik, serta mengajarkan pembukuan bagi pedagang. “Yang lain, sekolah pasar juga mengajarkan pedagang untuk menggunakan e-money atau pembayaran nontunai,” tegas Rai Mantra didampingi Kabag Humas Dewa Rai.

Saat ini, revitalisasi sudah dilakukan terhadap hampir 60 persen pasar yang ada di Kota Denpasar. Sementara yang belum, lebih banyak karena tanah-tanah bangunan pasar merupakan milik pribadi.

Dengan adanya revitalisasi dan sekolah pasar, tegasnya, pedagang pun mampu tersenyum karena mampu meningkatkan omzet. “Omzet pedagang pun melonjak drastis,” tegas Rai Mantra.

Dia mencontohkan, Pasar Agung Peninjoan, sebelum revitalisasi, omzetnya hanya Rp 900 jutaan. Setelah revitalisasi, katanya, omzetnya mendekati Rp 13 miliar.

Hal sama juga terjadi dengan pasar Nyanggelan. Omzet pasar ini melonjak hampir 200 persen. Dari semula Rp 2,5 miliar menjadi Rp 6,5 miliar hingga September 2019.

Kepala Pasar Nyanggelan Wayan Darmana menambahkan, revitalisasi pasar yang ada di Panjer ini dilakukan pada 2013. Saat itu, ujarnya, pemerintah pusat menggelontor dana Rp 5 miliar. Dana ini ditambah lagi dengan dana dari APBD Denpasar plus dana swadaya. Dengan akumulasi dana ini, pembangunan pasar pun dilaksanakan.

Setelah terbangun, katanya, tingkat kesejahteraan pedagang terangkat. Prinsipnya pedagang pun bisa tersenyum karena pendapatannya meningkat.

Selain itu, pasar yang dipimpinnya, bersama Pasar Agung dan Pasar Poh Gading mendapatkan apresiasi dari Menteri Perdagangan karena bisa memenuhi kualifikasi sebagai Pasar Daging Ayam yang berkualifikasi SNI.

Sebelum melakukan peninjauan ke Pasar Nyanggelan, Wali Kota Rai Mantra di kediamannya bilangan Renon Denpasar menerima koran dari Kelompok Media Bali Post (KMB) seperti Bali Post, DenPost dan Bisnis Bali. Koran diserahkan oleh Pemimpin KMB Satria Naradha didampingi pemred masing-masing media. *sar

SUMBERDenpasar Dirikan Sekolah Pasar
BAGIKAN