Beri ”Reward”, Target PBB-P2 di Buleleng pun Terlampaui

SELAMA ini pembangunan secara terus menerus yang dilakukan oleh pemerintah ialah tidak lain bertujuan untuk kesejahteraan rakyat

16

Banyak yang masih berasumsi bahwa Indonesia tidak perlu memungut pajak dari warganya, lantaran melimpahnya kekayaaan Indonesia. Kendati demikian, Indonesia memang kaya jika dilihat dari kekayaan sumber daya alamnya. Namun, pajak bukan lagi soal kerelaan warga untuk menyerahkan sebagian pendapatannya untuk negara. Lebih dari itu, pajak juga menjadi salah satu cara kita untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik dengan ikut membangun negeri. Apa yang dilakukan agar taget pajak tercapai?


SELAMA ini pembangunan secara terus menerus yang dilakukan oleh pemerintah ialah tidak lain bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Tentunya hal ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk mewujudkan pembangunan tersebut perlu adanya penggalian sumber dana yang berasal dari dalam negeri, yaitu pajak. Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan yang berguna bagi kepentingan bersama.

Pajak merupakan sumber penerimaan dana yang dominan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hampir 70 persen penerimaan pemerintah berasal dari sektor pajak. Pendapatan negara dari tahun ke tahun pun selalu mengalami peningkatan. Oleh karena itu mengapa pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara.

Seperti halnya di Kabupaten Buleleng, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Mulai dari memperluas tempat pembayaran dengan menggandeng LPD, pembayaran di bank, dan kantor pos. Hingga melaksanakan Gebyar Undian Pajak Bumi dan Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) serta sektor Perikanan. Gebyar Undian ini sendiri merupakan reward untuk masyarakat yang sadar pajak, taat dan betul-betul melaksanakan kewajibannya dengan baik.

Upaya tersebut berjalan sangat efektif, hal itu dapat dibuktikan dari  capaian penerimaan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Buleleng melampaui target. Sampai dengan akhir triwulan III yaitu 30 September 2019, penerimaan PBB-P2 mencapai 92 persen. Per 30 September 2019, dari target Rp24.131.907.692,18 telah tercapai Rp22.403.324.772. Ini berarti penerimaan telah mencapai 92,84 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Buleleng  Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si. saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan hasil evaluasi rapat yang sudah dilakukan, untuk PBB-P2 melampaui target yang sudah ditentukan pada triwulan III ini.

Hal ini diakuinya berada di luar prediksi dari BKD sendiri mengingat PBB-P2 menjadi atensi masyarakat. Atensi yang besar ini disebabkan kenaikan PBB-P2 yang terjadi. Namun, BKD sendiri telah berbuat banyak untuk mencapai target. “Masyarakat sempat protes tetapi berkat Bupati dari segi regulasi dimungkinkan untuk pengurangan pajak,” jelasnya.

Selain itu, BKD telah melakukan Gebyar Pembayaran PBB-P2 secara intensif ke desa-desa. Para petugas pajak di kecamatan mengunjungi desa-desa selama dua hari untuk mengetahui permasalahan di lapangan menyangkut pembayaran PBB-P2. Sampai saat ini pun petugas masih turun ke lapangan. Sistem jemput bola ini berjalan efektif. Kira-kira mana kepala desa yang masyarakatnya siap membayar PBB juga dijajaki.

Disamping itu, kesadaran masyarakat juga tinggi untuk membayar pajak. “Kami juga berterimakasih kepada masyarakat karena kesadarannya untuk membayar pajak cukup tinggi sehingga penerimaan di PBB-P2 ini pada triwulan III melampaui target,” ungkap Sugiartha Widiada.

Disinggung mengenai jumlah permohonan pengurangan pajak, Sugiartha Widiada menambahkan berdasarkan data kasar, dari 200 ribuan lembar lebih surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 yang dikeluarkan pada tahun 2019, hanya sekitar 5000-an lembar yang mengajukan permohonan pengurangan pajak. Jumlahnya termasuk masih kecil. Seluruh permohonan pengurangan yang masuk, ada yang ditolak dan ada yang diterima. “Kalau yang ditolak ini dilihat subjek dan objeknya, termasuk juga kenaikannya signifikan ataupun tidak,” pungkasnya. *ira

BAGIKAN