Pemkab Bangli Mulai Data Pemanfaatan Air oleh Kabupaten Lain

Meski menuai pro dan kontra terkait rencana Bupati Bangli Made Gianyar menarik kontribusi bagi daerah lain yang memanfaatkan sumber air di Kabupaten Bangli,

10
Salah satu sumber mata air di Bangli
Bangli (bisnisbali.com) -Meski menuai pro dan kontra terkait rencana Bupati Bangli Made Gianyar menarik kontribusi bagi daerah lain yang memanfaatkan sumber air di Kabupaten Bangli, namun berbagai upaya sudah mulai dilakukan untuk memantapkan rencana tersebut, termasuk dengan memasang alat watermeter pada beberapa sumber air yang dimanfaatkan termasuk mendata daerah aliran air atau mata air yang selama ini sudah dimanfaatkan oleh kabupaten lain. Bupati mengatakan apa yang dilakukan pihaknya adalah upaya untuk meningkatkan PAD kabupaten Bangli dan bukanlah sebagai ajang polularitas.

Pemerintah Kabupaten Bangli hingga saat ini telah melakukan pendataan terhadap sumber-sumber air yang selama ini dimanfaatkan oleh kabupaten lainnya. Berdasarkan hasil pendataan di masing-masing kecamatan, diketahui sumber mata air di Bangli dimanfaatkan secara langsung oleh empat kabupaten untuk berbagai kepentingan. Untuk Kecamatan Bangli terdata ada tiga sumber air yang dimanfaatkan oleh Kabupaten Gianyar. Sementara Kecamatan Susut, terdapat empat sumber air yang juga dimanfaatkan oleh Gianyar. Di Kecamatan Tembuku, dari delapan sumber air yang ada, tujuh sumber air diantaranya dimanfaatkan Kabupaten Klungkung dan satu sumber air lainnya dimanfaatkan oleh Kabupaten Karangasem. Dari catatan ini hampir semua sumber mata air yang ada dipergunakan oleh kabupaten lain.

Kecamatan Kintamani menjadi kecamatan yang paling banyak memiliki sumber air. Terdata ada sembilan sumber air di Kintamani yang selama ini dimanfaatkan Kabupaten Gianyar dan Buleleng. Sesuai hasil pendataan, semua sumber air yang dimiliki Kabupaten Bangli tersebut dimanfaatkan oleh empat kabupaten lainnya untuk berbagai kepentingan. Mulai dari untuk mengaliri subak yang jumlah debitnya paling besar, sebagian lainnya digunakan untuk memennuhi kebutuhan warga, selain itu juga digunakan untuk saran rekreasi pariwisata, air kemasan dan ada juga yang dimanfaatkan untuk dikomersilkan oleh PDAM. Dari data tersebut, tidak semuanya memberikan kontribusi untuk Bangli.

Dari catatan yang ada beberapa yang sudah memberi kontribusi yakni Waterboom Bukit Jati, Gianyar. Kontribusi yang diberikan berupa uang Rp 15 juta per tahun kepada Banjar Selati, di Bangli, perusahaan rekreasi air itu juga memberikan tiket masuk gratis kepada masyarakat Selati yang mandi di Waterboom Bukit Jati. Selain Waterboom, PDAM Gianyar yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Pesiraman Dalem Gede Jelela Tamanbali juga sudah memberi kontribusi. Nilai kontribusinya Rp 600 ribu/6 bulan untuk piodalan di pura setempat.

Kabag Protokol Setda Kabupaten Bangli Cok Bagus Gede Gaya Dirga mengatakan, pascapendataan terhadap sumber air di masing-masing kecamatan, Pemkab Bangli akan segera bersurat ke semua bupati yang wilayahnya memanfaatkan air dari Bangli. Surat akan disampaikan langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar. “Saat ini sudah masih sedang disiapkan OPD terkait. Nantinya dalam surat itu akan dilampirkan data sumber-sumber air di Bangli yang selama ini dimanfaatkan,” kata Cok Dirga.

Untuk rencana pemkab memasang watermeter di beberapa sumber mata air yang digunakan untuk keperluan komersil oleh PDAM kabupaten lain, Cok Dirga mengatakan Bupati sudah menunjuk OPD terkait untuk merealisasikan rencana itu. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar berkeinginan serius mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya air.

Bupati Bangli bersama sejumlah pimpinan OPD terkait juga telah turun langsung ke tukad (sungai) untuk mengecek sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan kabupaten tetangga. Rencananya, Pemkab Bangli akan memasangi watermeter di beberapa sumber mata air yang digunakan untuk keperluan komersil oleh PDAM kabupaten lain. *ita

BAGIKAN