Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan LPD Peningkatan Kualitas SDM dan Pemanfaatan Teknologi

BAGIAN Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Buleleng selaku Ketua Tim Monitoring,

18

BAGIAN Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Buleleng selaku Ketua Tim Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) 2019 berharap kepada seluruh LPD yang ada di Kabupaten Buleleng mampu menerapkan dengan baik tiga pilar pengelolaan LPD sesuai dengan Perda Nomor 3/2017, di antaranya yang pertama penyusunan awig-awig atau perarem bisa dipahami oleh krama, bagaimana krama memahami tentang LPD dan bagaimana manajemen organisasi LPD agar terstruktur dengan baik. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pembina LPD, Desak Putu Rupadi di sela-sela monitoring sejumlah LPD di Buleleng, Kamis (10/10).

Dalam hal ini pihaknya berharap agar para pengurus LPD dan panureksa LPD mampu memahami jalannya operasional LPD, sehingga LPD  bekelanjutan dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap krama yang ada di masing-masing desa. “Termasuk apabila adanya perubahan anggaran harus disampaikan dalam perarem jangan diputuskan sendiri, wujudkan transparansi dan sampaikan aspirasi atau kendala di lapangan kepada kami selaku Tim Pembina LPD agar bagaimana LPD di Bali khususnya Buleleng bisa makin berkembang,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Koordinator LP-LPD Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Indrayasa, dalam kegiatan ini pihaknya mendukung penuh Tim Pembina Kabupaten Buleleng yang sudah melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahunnya.

Bahkan tidak sampai di situ, pihaknya juga berharap kepada Tim Pembina Kabupaten agar lebih intens dalam menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan bagi pengurus LPD yang ada di Kabupaten Buleleng untuk makin memacu semangat para pengelola LPD untuk maju. “Dari kami LP-LPD yang tergabung dalam Tim Pembina LPD yang ditunjuk dalam peningkatan SDM juga akan melakukan standardisasi kompetensi kepada pengurus LPD khusunya pengurus yang baru bangkit atau baru beroperasi kembali, kegiatan itu akan kami laksanakan tanggal 4-5 November 2019,” katanya.

Sementara itu, dari Badan Kerjasama (BKS) LPD Kabupaten Buleleng Made Nyiri Yasa, S.Sos., M.MA., menjelaskan sebagai motivator sekaligus menyerap aspirasi para pengelola LPD, juga mengungkapkan dukungannya terhadap tim pembina LPD Kabupaten Buleleng, sekaligus menekankan kepada pengelola dan pengurus LPD adanya kontrol dalam  bagaimana saldo tabungan atau saldo kredit dipastikan sama dengan neraca keuangan LPD. “Untuk dapat lebih melakukan kontrol adalah dengan pemanfaatan teknologi seperti LPD digital dan LPD mobile. Jadi ini yang kita harapkan, SDM yang mumpuni dalam bidang TI itu sendiri,” katanya.

Diketahui kegiatan monitoring, evaluasi dan pembinaan ini  berlangsung selama 14 hari mulai Senin, 7 Oktober 2019 –  Senin, 21 Oktober 2019  ini menyasar 22 LPD yang ada di sembilan kecamatan di Buleleng. Hingga memasuki hari keempat, monitoring sudah dilakukan di beberapa LPD di antaranya LPD Lumbanan, LPD Pumahan, LPD Jagaraga, LPD Manuksesa, LPD Tambakan, LPD Padangkeling, LPD Bukti. *ira

BAGIKAN