Manfaatkan Lahan Pekarangan, Sejumlah Warga  di Desa Pedawa Kembangkan Vanili 

Wilayah Kabupaten Buleleng yang sebagian merupakan dataran tinggi memiliki keuntungan tersendiri untuk dikembangkan menjadi lahan tanaman tertentu.

37
Tanaman vanili di Desa Pedawa milik Ketut Sudiarta. 

Singaraja (bisnisbali.com) –Wilayah Kabupaten Buleleng yang sebagian merupakan dataran tinggi memiliki keuntungan tersendiri untuk dikembangkan menjadi lahan tanaman tertentu. Salah satunya tanaman vanili yang kini mulai banyak dikembangkan di Buleleng.

Tanaman yang satu ini memang dikenal menjadi salah satu tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Bahkan pada tahun 90-an vanili sempat menjadi emas hijau lantaran keuntungan yang dihasilkan terbilang fantastis. Tidak sedikit masyarakat Buleleng yang sudah mulai melirik budi daya vanili ini.

Seperti di kawasan Kecamatan Banjar Buleleng tepatnya di Desa Pedawa yang dibudidayakan oleh Ketut Sudiarta, ratusan tanaman vanili yang memanfaatkan lahan sempit di areal objek wisata miliknya ini dibudidayakan sejak empat bulan lalu. Dikonsep semimodern dengan media cocopit atau sabut kelapa, lahan vanili seluas 1.7 are ini dilengkapi dengan penaung paranet untuk meminimalisir serangan hama penyakit pada tanaman.

Ia mengatakan, selama proses budi daya tidak ada kendala yang ditemukan dan vanili mampu berkembang dengan baik. Bahkan ia cukup mengoptimalkan penggunaan media tanam seperti pupuk kompos, cocopit dan berbagai media tanam lainnya yang ia gunakan khusus agar vanili berkembang optimal.

“Karena di Pedawa juga potensial untuk ditanami vanili, namun belum banyak yang membudidayakan mengingat tingginya risiko vanili panen muda atau kehilangan buah sebelum panen hal itu yang menyebabkan petani juga enggan menanam vanili,” jelasnya.
Ia menjelaskan, usia sulur yang dijadikan sebagai indukan sangat mempengaruhi masa produksi vanili. Makin tua umur sulur vanili, makin cepat tanaman tersebut mulai berbunga. “Yang saya tanam usianya baru tiga bulan, sudah ada yang berbunga namun akan kita lakukan pemangkasan dan fokus pada penguatan fisik tanaman,” imbuhnya.
Seperti halnya dirinya, memilih memanfaatkan lahan di dekat rumahnya, hal itu bertujuan agar mudah diawasi sehingga dapat meminimalisir kerugian.  Ke depan dirinya fokus pada pengembangan 500 tanaman vanili yang ia budidayakan saat ini, karena selain dibudidayakan untuk menghasilkan produk vanili yang berkualitas juga akan dijadikan sebagai wisata agro yang berbasis edukasi. *ira

BAGIKAN