Lahan Sempit Produktivitas Pertanian di Denpasar Tertinggi

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, saat ditemui belum lama ini mengatakan, dibandingkan dengan kabupaten lain, produktivitas tanaman padi di Denpasar tertinggi

12

Denpasar  (bisnisbali.com) – Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat total luas panen padi di Denpasar mencapai 4.469 hektar (tercatat tahun 2018). Meski tergolong sempit, produktivitas tanaman padi di Denpasar tertinggi yang tahun 2018 mencapai 67,55 kuintal/hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, saat ditemui belum lama ini mengatakan, dibandingkan dengan kabupaten lain, produktivitas tanaman padi di Denpasar tertinggi. Produktivitas tertinggi kedua di Kabupaten Gianyar yaitu 64,67 kuintal/hektar dan Klungkung posisi tertinggi ketiga yaitu 63,20 kuintal/hektar.

Dikatakannya, peningkatan produktivitas terus terjadi pada 3 tahun terakhir.  Produktivitas tanaman padi tahun 2017 mencapai 67,12 kuintal/hektar. Sementara produktivitas tahun 2018 mencapai 67,55 kuintal/hektar. Hingga Agustus 2019, produktivitas tanaman padi di Denpasar mencapai 69,89 kuintal/hektar.

Gede Ambara mengungkapkan, tingginya produktivitas padi di Denpasar dikarenakan beberapa faktor. Seperti penggunaan benih unggul dan teknologi pertanian hingga kelengkapan sarana dan prasanan yang diperlukan seperti jalan. “Kami berupaya terus meningkatkan produktivitas karena luas lahan kian menyempit setiap tahunnya,” ucap Ambara.

Kelengkapkan sarana dan prasarana khususnya jalan, juga memberi pengaruh terhadap harga jual. Dengan adanya jalan yang memudahkan petani dalam mengjangkaunya, harga gabah di tingkat petani jadi lebih tinggi. “Di Denpasar mencapai Rp4.600 per kilogram di tingkat petani,” ujarnya.

Luas lahan panen padi di Denpasar tahun 2017 mencapai 4.544 hektar, sedangkan tahun 2018 menurun menjadi 4.469 hektar. Demikian dilihat dari jumlah produksi, tahun 2017 total produksi padi di Denpasar mencapai 30.499 kuintal dan tahun 2018 mencapai 30.189 kuintal. *wid

BAGIKAN