Fasilitas Pertama di Indonesia Bandara Ngurah Rai Hadirkan ’’Digital Meeting Point’’

Sebagai salah satu bandara paling sibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang terlayani tiap harinya yang mencapai 65 ribu orang,

25
PERTAMA - Digital Meeting Point di terminal kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai fasilitas pertama di Indonesia.

Mangupura (bisnisbali.com) –Sebagai salah satu bandara paling sibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang terlayani tiap harinya yang mencapai 65 ribu orang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai senantiasa berinovasi untuk meningkatkan layanan demi tercapainya kepuasan pelanggan.

Selama Januari hingga September 2019 ini, total penumpang yang datang tercatat lebih dari 8,7 juta orang, meningkat sebesar 1 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Dari angka tersebut, jumlah kedatangan penumpang rute internasional tercatat mendominasi, yakni sebanyak 5,1 juta orang, sedangkan rute domestik hanya 3,6 juta orang.

Dengan banyaknya penumpang yang datang tersebut, diperlukan fasilitas untuk mempermudah dalam penjemputan para penumpang yang baru tiba di bandara, yaitu dengan menghadirkan fasilitas Digital Meeting Point.

“Fasilitas baru ini terdiri dari dua jenis komponen, yang pertama adalah fasilitas berupa kiosk dan video wall yang terletak di terminal kedatangan domestik dan terminal kedatangan internasional. Komponen kedua adalah aplikasi yang dapat dibuka melalui gadget penjemput. Dengan rangkaian fasilitas ini, penjemput dapat dengan mudah melakukan penjemputan tamu ataupun penumpang yang baru saja mendarat di Bali,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado.

Sebelum menggunakan fasilitas ini, penjemput diharuskan untuk melakukan registrasi di website http://digimeet.ngurahrai-airport.co.id. Dalam proses registrasi, penjemput diminta untuk menginput data diri sesuai dengan data yang diminta dalam aplikasi. Penjemput yang data dirinya telah diverifikasi oleh sistem kemudian akan memiliki akun pengguna dan kata sandi yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan proses log-in aplikasi.

“Dari sisi penjemput, setelah memiliki akun pengguna, penjemput dapat menggunakan aplikasi ini untuk memantau penumpang yang hendak dijemput. Sedangkan dari sisi penumpang, dapat mengakses aplikasi ini melalui perangkat masing-masing untuk mengetahui detail penjemput, seperti identitas dan bahkan lokasi penjemput secara realtime. Dapat kami tegaskan, seluruh data yang telah diinput ke sistem kami, dijamin kerahasiaannya, serta hanya digunakan terbatas untuk kepentingan peningkatan pelayanan di bandara,” lanjut Herry.

Pihak bandara telah melakukan sosialisasi terkait penggunaan fasilitas baru ini kepada sejumlah stakeholder terkait, antara lain maskapai, ground handling, dan instansi komunitas bandara lain serta para pelaku pariwisata, di antaranya perusahaan tour and travel, ASITA, BPPD dan ITDC. “Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, dapat semakin mempermudah proses penjemputan penumpang oleh para penjemput serta para pelaku pariwisata,” ujarnya.

Selain melalui aplikasi, penumpang yang telah landing dapat mengetahui informasi mengenai penjemput di lokasi video wall di kedua terminal kedatangan. Data yang ditampilkan berisi informasi tentang data penumpang yang meliputi nama penumpang, nomor penerbangan, dan asal penerbangan serta data penjemput yang berisi nama penjemput, kontak penjemput dan titik bertemu.

Data yang ditampilkan di layar video wall adalah data dengan status pesawat yang sudah mendarat. Data tersebut secara otomatis akan ditutup oleh sistem setelah 3 jam sejak pesawat tersebut mendarat pada penerbangan domestik, serta 4 jam setelah pesawat mendarat pada penerbangan internasional.

“Fasilitas baru di Bandara Ngurah Rai ini merupakan yang pertama kali diaplikasikan di Indonesia, serta akan senantiasa kami lakukan evaluasi dan upgrade guna peningkatan kualitas layanan. Dengan tambahan fasilitas baru ini, kami berharap pengguna jasa bandara makin merasa nyaman, serta meningkatkan passenger’s experience di bandara kami,” tutup Herry. *dar

BAGIKAN