Desa Paksebali Dinilai Tim Lomba Desa Wisata Nusantara 

Keberhasilan pembangunan desa dapat diukur dari bagaimana desa itu mampu menekan angka kemiskinan dan menggali potensi untuk dikembangkan.

16
TIM PENILAI - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Tim Penilai Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.

Semarapura (bisnisbali.com) – Keberhasilan pembangunan desa dapat diukur dari bagaimana desa itu mampu menekan angka kemiskinan dan menggali potensi untuk dikembangkan. Untuk memajukan potensi-potensi itu diperlukan orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri Penilaian Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Rabu (9/10).

“Untuk maju harus menempatkan orang-orang yang berkompeten,” ujar Suwirta di hadapan Tim Penilai Lomba Desa Wisata Nusantara dari Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Paksebali.
Menurut Suwirta, perlombaan seperti ini janganlah dijadikan beban atau prioritas di dalam lomba. Karena keberhasilan pembangunan desa adalah bagaimana desa itu mampu menekan angka kemiskinan dan menggali potensi desa untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan desa.
Di hadapan anggota Tim Penilai, Bupati Suwirta menyatakan pemerintah daerah telah bersama-sama mempromosikan destinasi wisata yang ada di desa. Setiap kesempatan, bersama kepala OPD Pemkab Klungkung turun untuk menjelajah potensi yang ada di desa.
Ketua Tim Penilai Lomba Desa Wisata Nusantara, Tionar Sitorus menyampaikan lomba membangun Desa Wisata Nusantara ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan potensi wisata desa yang lebih fleksibel dan terkoneksi, mengapresiasi desa dalam pengembangan desa wisata dan mendorong BUMDes berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata di desa. “Salah satu tujuannya adalah untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia melalui teknologi informasi,” ujar Tionar.

Tionar Sitorus menyebutkan, saat ini dirinya bersama tim melakukan verifikasi lapangan untuk mencocokkan data yang dikirim dengan kenyataan di lokasi desa wisata. Selanjutnya akan dilakukan penilaian oleh tim juri untuk menentukan layak dan tidaknya desa ini ke tahap berikutnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Paksebali yang juga Pokdarwis Paksebali, Made Mustika menyebutkan salah satu unit usaha yang dikembangkan Desa Paksebali adalah unit usaha pariwisata Kali Unda. Menurutnya, Desa Paksebali memiliki beragam potensi wisata, mulai wisata alam perbukitan, budaya, kerajinan dan destinasi lainnya.

Dengan pengembangan potensi tersebut, jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun mengalami peningkatan. Begitu juga dibidang pemberdayaan dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan dari tahun sebelumnya.

Turut hadir dalam Penilaian Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 di Desa Paksebali, yakni perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali, Kepala Dinas PMDPPKB Klungkung Wayan Suteja, dan Camat Dawan A.A Putra Wedana. *dar

BAGIKAN