Ekspor Produk Spa Bali masih Banyak “Undername” 

Produk spa yang dihasilkan industri kecil dan menengah (IKM) Bali sudah banyak dikenal masyarakat dunia.

26

Mangupura (bisnisbali.com) –Produk spa yang dihasilkan industri kecil dan menengah (IKM) Bali sudah banyak dikenal masyarakat dunia. Kualitas produk yang mengandalkan keunikan dan ciri khas Bali tersebut bahkan diakui dunia dan banyak yang sudah diekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Astawa menyayangkan ekspor produk spa masih banyak dilakukan dengan undername.

“Kita mengakui orang Bali belum begitu memahami lika-liku orang ekspor, bagaimana sih orang bertransaksi, bagaimana cara pembayaran, apa tidak kena tipu nantinya,  bagaimana mengurus dokumennya saya akui masih lemah. Makanya masih banyak ekspor yang menggunakan undername dan tidak bisa langsung ke negara tujuan,” katanya, Kamis (10/10) di Kuta, Badung.

Ia mengatakan, banyak produk spa IKM Bali yang sudah diekspor ke Singapura, Afrika, Australia dan ke Hongkong tapi masih undername tidak langsung ke luar negeri. “Pasaran mereka di Bali kan sudah pasti, tapi untuk yang tujuan ekspor kadang-kadang ada pembeli dari Jakarta, kemudian pembeli inilah yang menjual ke luar negeri. Jadi IKM kita tidak langsung berhubungan dengan negara tujuan. Ke depannya, IKM memang perlu dipertemukan dengan calon buyer dari luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan, untuk saat ini IKM yang jumlahnya cukup banyak ini perlu dilatih dulu mulai dari bagaimana cara produksi yang bagus, kemudian bagaimana cara marketing yang bagus. “Saya kira mungkin sekali waktu kita perlu gelar eksibisi khusus untuk produk kosmetik. Dengan begitu, produk kosmetik produksi IKM Bali lebih dikenal luas,” katanya.

Dari segi bahan baku dikategorikan,  Bali tidak kekurangan. “Bahan baku seperti kapulaga yang merupakan bahan baku parfum yang terbaik, kita punya banyak sekali. Bahan lainnya seperti pegagan, lidah buaya dan sebagainya sangat mudah didapat,” katanya.

Untuk memajukan industri kosmetik di Bali, Gubernur Bali Wayan Koster, melalui kelompok ahli pembangunan sudah membuatkan peta jalan untuk mempermudah para IKM  dalam membesarkan usaha bahkan bisa menuju ekspor. “Melalui  inkubator bisnis yang sudah mulai berkembang, saya harap hal tersebut dapat segera terwujud. Untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku IKM di Bali,” katanya.

Namun, diakui untuk industri kosmetik di Bali masih tertinggal dibandingkan daerah lain. *pur

BAGIKAN