BPR Lakukan Pemupukan Modal Inti

BPR dituntut optimal melakukan pemupukan modal inti guna siap bersaing dalam era digital

16
UMKM – BPR tetap eksis layani UMKM.

Mangupura (bisnisbali.com) – Bank perkreditan rakyat (BPR) saat ini dituntut untuk mampu bersaing dengan industri financial technology (fintech) peer to peer lending. Sekretaris Korcam Perbarindo Mengwi Abiansemal (Mas), Dewa Nyoman Surata, Rabu (9/10) mengatakan, di tengah kendala permodalan, BPR dituntut optimal melakukan pemupukan modal inti guna siap bersaing dalam era digital.

Ia menambahkan, fintech peer to peer lending sudah sangat gencar menyasar sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Walaupun dengan modal yang masih terbatas, BPR harus tertantang menghadapi persaingan dengan layanan industri fintech.

Ia menjelaskan, untuk siap bersaing dengan fintech peer to peer lending, BPR dituntut memiliki modal yang kuat. Langkah yang paling efektif dilakukan BPR selama ini mesti optimal melakukan pemupukan modal inti.

Ia memaparkan, di era digital BPR memang harus mampu meningkatkan pelayanan dengan berbasis teknologi. Penerapan teknologi digital tetap mempersyaratkan BPR untuk memiliki modal yang kuat dan SDM berkualitas.

Lebih lanjut dikatakannya, dari sisi operasional dengan modal yang kuat, BPR akan bisa lebih agresif untuk ekspansi kredit. Hal ini diharapkan mampu mengimbangi fintech yang menggarap pasar UMKM yang selama ini merupakan pangsa pasar BPR.

Ia menegaskan, dengan modal yang kuat BPR berpeluang untuk mendapatkan calon debitur dengan plafon  pinjaman lebih besar. “Tidak hanya fintech yang menyasar debitur dengan plafon besar, BPR juga mampu mengimbangi,” katanya.

Dewa Nyoman Surata menambahkan, walaupun gencar melakukan ekspansi kredit BPR tentu tidak boleh lupa dengan  penerapan prudent banking. “Ini berlandaskan  asas-asas perkreditan yang sehat,” katanya. *kup

BAGIKAN