Amrizal Arief Perkuat Perlindungan Investor

KEPALA Unit Pengembangan Layanan PT Kustodian Sentral Efak Indonesia (KSEI), Amrizal Arief menyampaikan, Bali menempati urutan ke-8 untuk jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia

17

KEPALA Unit Pengembangan Layanan PT Kustodian Sentral Efak Indonesia (KSEI), Amrizal Arief menyampaikan, Bali menempati urutan ke-8 untuk jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia yaitu 20.430 investor. Dari jumlah tersebut tercatat 10.007 investor berdomisili di Kota Denpasar.

“Adapun jumlah investor di pasar modal Indonesia hingga akhir Agustus 2019, telah mencapai sekitar 2.123.283 investor, yang mencakup investor pemilik efek, reksadana dan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, sesuai data KSEI per akhir Agustus 2019, Bali mampu menunjukkan jika literasi keuangan khususnya pasar modal berada di 10 besar di seluruh Indonesia. Pemicu utamanya masuk 8 besar karena selain literasi keuangannya, penduduk maupun mereka yang tinggal di Bali sudah terbuka terhadap perkembangan teknologi maupun inisiatif-inisiatif keterbukaan informasi, termasuk investasi di pasar modal.

“Karakteristik Bali sebagai daerah tujuan wisata serta keterbukaan terhadap teknologi membuat jumlah investor terus bertambah, utamanya investor dari anak muda yang menunjukkan peningkatan meski secara aset masih di bawah investor usia 60 tahunan,” ujarnya.

Dalam upaya perkuat perlindungan investor, KSEI terus melakukan sosialisasi Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Melalui sosialisasi diharapkan meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes yang merupakan fasilitas perlindungan investor pasar modal Indonesia juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI.

Ia mencontohkan ada beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia.

“Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi sena menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal,” jelasnya. *dik

BAGIKAN