Perhiasan Alpaka Jadi Pilihan Konsumen

UNTUK mereka selalu mementingkan penampilan ingin terlihat cantik dan mewah saat mengenakan pakaian adat ke pura.

10
UNTUK mereka selalu mementingkan penampilan ingin terlihat cantik dan mewah saat mengenakan pakaian adat ke pura. Apalagi sebagai masyarakat Hindu tidak bisa dipisahkan dari kegiatan adat istiadatnya. Cerdas dalam berbelanja penting untuk mensiasati penampian kita, apalagi karena banyaknya permintaan pengrajin mulai kreatif dengan mengeluarkan berbagai model perhiasan baru dengan bahan yang murah sehingga mudah terjangkau.

Dewasa ini paket perhiasan beragam,mulai dari yang harganya mahal hingga yang murah namun menyerupai aslinya. Hal ini pula yang membuat banyak pengrajin mulai membuat perhiasan yang cantik namun dengan harga murah. Salah seorang penjual perhiasan on line Dewi Kartika mengatakan, belakangan banyak model perhiasan yang murah namun kualitasnya menyerupai perhiasan aslinya.

“Yang sekarang sedang laris dan banyak peminatnya adalah set perhiasan yang berbahan baku alpaka. Kalau dilihat sepintas perhiasan berbahan alpaka ini memang hampir sama dengan perhiasan berbahan perak yang dipoles atau dilapisi dengan kuningan, sekarang tergantung keterampilan dari pengerajinnya,” terang Dewi.

Belakangan perhiasan yang banyak dicari adalah yang berukuran besar dan satu set atau terdiri dari bros, cincin, dan juga sumpel atau antingnya. Selain itu perhiasan set ini juga dilengkapi dengan hiasan mata atau batu beraneka jenis, namun kebanyaka yang disukai adalah mata yang berwarna bening dan hitam.

“Dibandingkan dengan perhiasan berbahan perak, untuk bahan alpaka harga jauh lebih murah. Kalau satu set perhiasan perak harganya sekitar 500 ribu hingga 1 juta, dengan model sama namun bahan alpaka harga menjadi 350 hingga 600 ribu. Hanyasaja kalau diperhatikan detail dan di sentuh, untuk bahan alpaka jauh lebih tipis dibandingkan dengan bahan baku perak,” ungkap Dewi.

Bicara mengenai keawetan, karena harga yang jauh lebih murah tentu perhiasan berbahan alpaka ini tidak setahan perhiasan berbahan baku perak atau emas. Warna perhiasan berbahan alpaka ini akan lebih cepat pudar dan rapuh, apalgi kalau sering terkena keringat dan minyak. Namun sebenarnya bisa di sepuh kembali atau di servise, hanya pasti akan tetap cepat rapuh karena lebih tipis. Perhiasan ini bisa jadi pilihan untukanda yang ingin tampil mewah dan cantik namun buget terbatas.

Bahkan belakangan perhiasan dengan ukuran besar ini tidak hanya digunakan saat menggunakan kebya atau pakaian adat saja, namun juga sering digunakan sebagai aksesoris saat mengenakan gaun ke pesta, pakaian nasional atau acara semi formal. Bahkan artis ibukota pun kini mulai tertarik dengan perhiasan unik asli Bali ini.  *ita

BAGIKAN