LPD Tambakan Bangkit Kembali

LPD Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, merupakan LPD yang berlokasi sangat jauh dari pusat kota Singaraja,

19
KUNJUNGAN - LPD Tambakan mendapat kunjungan oleh Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng, Selasa (8/10).

LPD Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, merupakan LPD yang berlokasi sangat jauh dari pusat kota Singaraja, tepatnya berada di antara perbatasan Kabupaten Bangli dan Buleleng.

Sejak didirikan tahun 1992 berdasarkan atas SK Gubernur Bali. LPD Tambakan mengalami beberapa kali jatuh bangun karena lemahnya SDM serta pengelolaan yang kurang maksimal, hingga akhirnya sempat tidak beroperasi.

Namun saat ini, berkat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat unsur adat di Desa Tambakan serta dari Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng, dengan tetap menggunakan SK lama, LPD Desa Tambakan memutuskan untuk bangkit kembali. Setelah melalui paruman hingga rapat koordinasi serta pembinaan akhirnya disepakati LPD Tambakan resmi dioperasikan kembali mulai Februari 2019 lalu. Hingga saat ini, antusias krama desa sudah terlihat dengan kepemilikan aset yang mengalami peningkatan dari modal awal yang tidak seberapa, hingga September 2019 sudah mencapai Rp200 juta.

Kepala LPD Desa Tambakan, I Made Seneng Santosa ketika diwawancarai Bisnis Bali menjelaskan, motivasi membangkitkan kembali LPD Tambakan karena disadasari atas rasa kepedulian yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat akan permodalan untuk usaha khususnya di sektor pertanian seperti sayur, cengkeh dan jeruk. Bahkan, pihaknya melihat kondisi di lapangan banyak masyarakat yang mencari permodalan hingga keluar Desa Tambakan. “Hal tersebut yang memotivasi kami di desa untuk membangkitkan kembali LPD Tambakan, karena bagaimanapun juga makin banyak akses keuangan di desa makin menguntungkan masyarakat untuk mencari modal terlebih potensi pertanian yang ada masyarakat sangat potensial untuk dikembangkan,” katanya.

Ia mengaku optimis, LPD Tambakan mampu bangkit dan maju seperti LPD lainnya di Buleleng yang asetnya sudah besar, apalagi adanya dukungan dari berbagai pihak tidak hanya Desa Adat juga dari Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng tentu akan makin termotivasi untuk meningkatkan kualitas SDM dari pengurus-pengurus LPD saat ini dengan mengikuti pelatihan sebagai salah satu syarat standardisasi pengelola LPD.  “Meski modal kecil, namun kita yakin bisa berkembang nantinya. Kita juga sudah mengajukan dana perlindungan ke LP-LPD Kabupaten Buleleng untuk bisa diusulkan di LP-LPD Provinsi, terpenting krama nantinya bisa mengakses permodalan di desanya sendiri dan kita prioritaskan mensejahterakan krama di Desa Tambakan,” katanya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Tambakan, I Komang Nita mengungkapkan, Desa Tambakan yang terdiri dari dua banjar dinas yakni Banjar Dinas Desa dan Banjar Dinas Salangki ini cukup potensial dalam sektor pertanian hortikultura seperti sayur-sayuran. Oleh karenanya dengan dibukanya kembali operasional LPD, masyarakat diharapkan untuk bisa  mempercayakan LPD sebagai tempat untuk menyimpan dana hasil pertaniannya. “Pada intinya kami sangat mendukung LPD Tambakan yang kini sudah berkembang cukup bagus, kita dari Desa Adat juga akan terus mendorong masyarakat untuk bisa memanfaatkan LPD untuk mengakses permodalan,” katanya.

Bahkan pada Selasa (8/10), LPD Tambakan mendapat kunjungan dari Tim Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan dari Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng terdiri dari Ekbang, Inspektorat, Bappeda, LP-LPD Buleleng dan BKS LPD Buleleng untuk mengetahui perkembangan LPD yang baru bangkit 8 bulan ini. Diketahui, Desa Adat Tambakan terdiri dari dua Banjar Dinas yakni Banjar Dinas Desa dan Banjar Dinas Salangki dengan total keseluruhan jumlah warga mencapai 850 KK. *ira

BAGIKAN