Bali mesti Perkuat Promosi dan Layanan Penerbangan

Promosi pariwisata Bali mesti menyasar kantong-kantong pasar penyuplai wisatawan. Promosi pariwisata ini bisa menggunakan cara konvensional maupun dengan promosi digital

27
PENERBANGAN - Di samping promosi, pariwisata Bali mesti memastikan konektivitas layanan penerbangan dari negara pasar ke Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) – Bercermin dengan negara pesaing, pariwisata Bali mesti memperkuat promosi ke kantong-kantong pasar pariwisata Bali. Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya Senin (7/10) mengatakan, di samping promosi, pariwisata Bali mesti memastikan konektivitas layanan penerbangan dari negara pasar ke Bali.

Promosi pariwisata Bali mesti menyasar kantong-kantong pasar penyuplai wisatawan. Promosi pariwisata ini bisa menggunakan cara konvensional maupun dengan promosi digital. Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini menjelaskan dalam berpromosi pelaku pariwisata Bali dituntut memahami potensi pariwisata Indonesia dan pariwisata Bali secara khusus. Ini juga memahami kekurangan destinasi Bali. Ini guna pembenahan  baik dari sisi produk maupun layanan pariwisata,” ucapnya.

Melalui promosi pelaku pariwisata Bali dapat memahami posisi pariwisata Bali. Ini akan menentukan strategi Bali dalam menggaet segmen pasar pariwisata Bali yang akan dituju ke depan. Kberhasilan promosi mesti diikuti dengan upaya memastikan konektifitas penerbangan (conecting flight) dari negara pasar ke Bali. Untuk pasar dekat seperti Malaysia, Thailand dan Singapura sudah mampu di jangkau penerbangan Garuda secara reguler.

Ini termasuk Australia sudah dijangkau penerbangan nasional Garuda. Ini terbukti dengan dukungan konektifitas penerbangan jumlah kunjungan wisman Australia ke Bali cukup baik. Ia melihat penerbangan Garuda Indonesia sudah mulai memperlancar akses ke India dan Cina. Dengan dukungan layanan penerbangan reguler dan direct flight jumlah wisman dari kedua pasar besar ini bisa semakin meningkat.

Bagus Sudibya menambahkan penerbangan Indonesia Garuda perlu mempertimbangkan membuka akses penerbangan ke negara-negara di Eropa. Kendala selama ini, wisatawan asal Eropa ini menghadapi kendala penerbangan dengan waktu perjalanan yang panjang. Di samping menggunakan penerbangan charter flight, wisatawan Eropa ini mesti transit ke beberapa bandara internasional sebelum tiba di Bali. *kup

BAGIKAN