Kantongi Omzet Rp5 M, PDDS Kembali Ajukan Penyertaan Modal ke Pemda Tabanan

Mampu mengantongi omzet dengan grafik peningkatan dari tahun ke tahun, Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan kembali mengajukan penyertaan modal ke pemerintah daerah (pemda) Tabanan.

20
I Wayan Sugi Darmawan memegang produksi kopi produksi petani Tabanan yang dipasarkan melalui PDDS.

Tabanan (bisnisbali.com) –Mampu mengantongi omzet dengan grafik peningkatan dari tahun ke tahun, Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan kembali mengajukan penyertaan modal ke pemerintah daerah (pemda) Tabanan. Besaran dana yang diajukan mencapai Rp10 miliar.

“Kami mengajukan penambahan penyertaan modal kepada Pemda Tabanan mencapai Rp10 miliar. Mudah-mudahan pengajuan ini disetujui, sehingga dari penambahan modal tersebut bisa dimanfaatkan untuk penyerapan produk hasil dari petani hingga meningkatkan daya saing dalam rangka menghadapi kompetitor usaha lain yang sejak lama sudah menguasai pasar,” tutur Direktur PD. Dharma Santika, I Wayan Sugi Darmawan, Senin (7/10).

Selain penambahan penyertaan modal, pihaknya juga mengajukan untuk diberikan perlindungan pasar. Sebab asumsinya, guna menghidupkan perusahaan daerah yang baru tumbuh ini agar tidak “layu” kembali dibutuhkan perlindungan pasar dan salah satu contoh yang ingin disasar adalah diberikan wewenang untuk memasok beras ke kalangan ASN Pemda Tabanan.

“Bila PDDS diberikan perlidungan pasar untuk memasok beras di kalangan ASN yang jumlahnya mencapai sekitar 125 ton per bulan, maka besaran tersebut sudah bisa menghidupi perusahaan daerah,” tuturnya.

Jelas Sugi, jika itu disetujui PDDS akan menggandeng Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi). Mekanismenya nanti, PDDS yang akan membeli gabah dari petani, khususnya petani yang ikut dalam program gerbang pangan serasi (GPS) dengan hasil produk beras sehat dengan menggunakan dana penyertaan modal tersebut, lanjut kemudian Perpadi yang akan melakukan proses produksi (penyosohan).

“Pembelian gabah dari petani ini kisarannya mencapai Rp7,2 miliar untuk enam bulan. Jika diberikan Rp10 miliar, artinya masih sisa Rp2,8 miliar, sisa tersebut kami akan gunakan sebagai saving untuk pembelian gabah dari petani,” ujarnya.

Sementara itu paparnya, terkait penyertaan modal ini pada 2017 lalu Pemda Tabanan telah memberikan penyertaan modal ke pada PDDS mencapai Rp10 miliar, ditambah lagi dengan perhitungan aset di pengajuan Ranperda mencapai kisaran Rp 1 miliar, sehingga total Rp11 miliar. Pada 2018 rencana kembali mengajukan, namun karena anggaran pemerintah daerah defisit, hal itu tidak jadi diajukan. Katanya, baru pada tahun ini pengajuan penyertaan modal ini kembali diajukan.

Di sisi lain, terangnya sejak kembali dihidupkannya perusahaan daerah Dharma Santika pada 2017 lalu, perkembangan bisnis perusahaan daerah ini mengalami grafik peningkatan yang cukup baik dari tahun ke tahun. Itu tercermin salah satunya dari omzet yang telah dicapai pada tahun berjalan selama 2019 hingga September ini sudah mencapai Rp5 miliar. Akuinya, kondisi tersebut mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,7 miliar pada 2018, dan jauh mengalami mengingat pada awal berdiri yang saat itu hanya mengantongi omzet Rp500 juta pada 2017.

“Penyumbang terbesar pencapaian omzet tersebut disumbang oleh penjualan beras konvensional, dan kopi yang belakangan sudah mampu menempus sejumlah toko berjejaring hingga pasar swalayan,” tandasnya.*man

BAGIKAN