Bupati Giri Prasta tetap Komit Ringankan Beban Masyarakat  

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memahami betul bagaimana waktu masyarakat banyak habis di adat serta uang habis untuk kegiatan yadnya.

13
NGABEN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara ngaben lan nyekah masal Banjar Adat Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Jumat (4/10).

Mangupura (bisnisbali.com) –Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memahami betul bagaimana waktu masyarakat banyak habis di adat serta uang habis untuk kegiatan yadnya. Karena itu, Bupati tetap komit untuk meringankan beban masyarakat. Salah satunya dengan hadir di tengah-tengah masyarakat serta memberikan bantuan berupa dana. “Hari ini kami hadir memberi bantuan dana untuk kegiatan krama yang ada di Desa Adat Jempanang dan astungkara ini bisa betul- betul meringankan masyarakat. Yang pertama kita harus ingat bakti dengan leluhur atau kawitan, kedua bakti dengan agama, dan bakti dengan NKRI. Bali ini didasari dengan dharmaning leluhur, dharmaning agama, dan dharmaning negara,” tegas Giri Prasta saat  menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben lan Nyekah Massal) Banjar Adat Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, beberapa hari lalu. Untuk kegiatan upacara nyekah massal ini selain menyerahkan bantuan dana hibah Bupati Badung tahun 2019 sebesar Rp 500 juta, Bupati Giri Prasta secara pribadi juga membantu Rp 25 juta.

Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD Badung I Gst. Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Kabag Humas I Made Suardita, Camat Petang I Gede Eka Sudarwitha serta unsur Tripika Kecamatan Petang, Pj. Perbekel Desa Belok Sidan I Made Sukawana, tokoh masyarakat yang juga mantan Perbekel Desa Belok Sidan I Made Rumawan serta tokoh dan masyarakat setempat. Upacara Pitra Yadnya dipuput oleh Ida Pedanda Gde Dangin Gria Gede Manuaba Carangsari.

Bupati Giri Prasta mengharapkan agar dalam kegiatan adat seperti ini selalu dilakukan dengan konsep menyama braya dan gotong-royong, menyamakan kesamaan pandang, kesamaan pikiran untuk mengurus leluhur. Diingatkan juga masyarakat agar tetap bersatu dalam melaksanakan kegiatan adat di masyarakat. Karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil, jika tidak bersatu setengah perjuangan akan gagal.  Karenanya, dikatakan keberhasilan seorang pemimpin adalah ketika bisa menyatukan masyarakat dengan tidak keluar dari konsep Tri Hita Karana sehingga masyarakat segilik seguluk, seluwung- luwung lan sebayantaka nyujur gemah ripah loh jinawi.

Sementara itu Ketua Panitia Karya I Nyoman Artawan melaporkan, upacara nyekah masal pada hari itu diikuti oleh 24 sawa sedangkan ngaben masal yang dilaksanakan pada 25 September lalu diikuti oleh 23 sawa. “Kami mewakili masyarakat Desa Adat Jempanang mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Badung sudah membantu dana Rp 500 juta dan Desa Belok Sidan juga membantu dana Rp 60 juta, dengan bantuan ini masyarakat kami tidak terlalu terbebani untuk melaksanakan upacara seperti sekarang ini,” pungkasnya. *adv

BAGIKAN