BPR harus Genjot Kredit Produktif dan Tumbuhkan UMKM 

Bank perkreditan rakyat (BPR) lebih banyak menyalurkan kredit konsumtif.

15
LAYANAN - BPR memberikan layanan kepada sektor UMKM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Bank perkreditan rakyat (BPR) lebih banyak menyalurkan kredit konsumtif. Ke depan, BPR harus menggenjot kredit produktif  untuk mengoptimalkan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Wakil Ketua DPK Perbarindo Denpasar, Dewa Ayu Sri Wahyuningsih, Minggu (6/10) mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, BPR memang lebih banyak melayani kredit konsumtif. Ke depan perlu diarahkan kredit yang disalurkan BPR di atas 50 persen merupakan kredit produktif.

Ia menjelaskan, dengan penyaluran kredit produktif BPR mendukung program pemerintah memajukan UMKM. Melalui kredit modal kerja, BPR bisa juga memberdayakan UMKM.Dipaparkannya, UMKM tidak bisa masuk ke bank besar. Ini dikarenakan, UMKM tidak masuk ke kategori bankable.

Lebih lanjut dikatakannya, ini peluang terbuka untuk BPR lebih leluasa masuk ke sektor UMKM. “BPR optimal garap UMKM,” jelasnya.BPR bisa memberdayakan UMKM. Ketika UMKM bertumbuh, ekonomi akan berputar. Ekonomi secara makro akan bergerak.

Dengan kredit produktif, BPR bisa optimal mengembangkan UMKM yang bergerak pada sektor perdagangan. Hal ini memberikan efek domino untuk pengembangan para pedagang termasuk di pasar tradisional.

Dewa Ayu Sri Wahyuningsih menambahkan, penawaran kredit produktif untuk memajukan UMKM. Selanjutnya, UMKM bisa eksis untuk menopang ekonomi Bali. *kup

BAGIKAN