Kredit Bunga Menurun paling Diminati di LPD Tegal

LPD Desa Adat Tegal, Abiansemal, Badung memiliki berbagai program kredit yang mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

16
Layanan di LPD Desa Adat Tegal.

LPD Desa Adat Tegal, Abiansemal, Badung memiliki berbagai program kredit yang mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya yang paling diminati masyarakat yaitu kredit bunga menurun yang bersifat fleksibel dalam angsurannya.

Kepala LPD Desa Adat Tegal, I Putu Suryadinatha, saat ditemui Jumat (4/10) mengatakan, selain program kredit menurun LPD Desa Adat Tegal juga memiliki jenis kredit lainnya, di antaranya kredit suku bunga menetap, kredit anuitas dan kredit rekening koran. Kredit dengan suku bunga menurun paling diminati masyarakat karena sifatnya yang fleksibel, pelunasannya bisa dilakukan kapan saja. “Terutama bagi pedagang sebagai mayoritas profesi masyarakat di Desa Adat Tegal, kredit ini cukup diminati untuk mendukung pengembangan usaha,” ujarnya.

Kredit ini, kata Suryadinatha juga sangat efektif untuk membantu mengembangkan usaha perdagangan ataupun industri rumah tangga yang dilakoni masyarakat di Desa Adat Tegal. Terutama saat membutuhkan permodalan dengan pelunasan yang fleksibel. Dikatakannya, jenis kredit ini memang lebih banyak dimanfaatkan untuk kredit produktif.

Disinggung soal suku bunga, Suryadinatha mengatakan, tidak membedakan dengan suku bunga lainnya, meski ini masuk kredit produktif. Hal ini telah disesuaikan dengan hasil pararem di desa adat. Suku bunga yang diberikan berkisar dari 1,25 persen hingga 1,45 persen. Besaran suku bunga disesuaikan dengan besaran plafon yang diambil. “Makin tinggi jumlah plafon yang diambil, maka suku bunga yang didapatkan akan makin rendah,” katanya.

Demikian juga untuk jenis kredit lainnya, suku bunga yang diberikan sama. Jenis kredit yang dimiliki oleh LPD Desa Adat Tegal, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Seperti kredit rekening koran cukup membantu masyarakat yang membutuhkan modal lebih besar untuk usahanya. Seperti usaha jual beli mobil ataupun sepeda motor. “Biasanya dalam kredit ini masyarakat membutuhkan kredit sewaktu-waktu dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama. Pengembalian akan dilakukan, saat modal sudah kembali,” katanya.

Sementara kredit anuitas kata Suryadinatha, biasanya dibutuhkan masyarakat yang memiliki pekerjaan tetap. Sifat kredit ini memiliki bunga menurun dengan angsuran menetap. Nasabah akan membayar dengan jumlah yang sama setiap bulannya dengan suku bunga yang terus menurun. “Jadi makin lama suku bunga yang bayarkan akan makin kecil. Sementara pokok yang dibayarkan akan makin besar,” katanya. *wid

BAGIKAN