Wabup Klungkung Monev Peran Pokdarwis Desa Wisata

Guna melihat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata

20
COOKING CLASS.- Wakil Bupati Klungkung Made Kasta dan Tim Monev Pokdarwis meninjau program Balinese Traditional Cooking Class yang diikuti sejumlah wisatawan asal Belanda di Desa Bakas.

Semarapura (bisnisbali.com) – Guna melihat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta melakukan monitoring dan evaluasi (monev) beberapa Desa Wisata di Kecamatan Banjarangkan, Selasa (1/10). Made Kasta yang didampingi Asisten Administrasi Umum Wayan Sumarta dan Kabid Sumber Daya Pariwisata Tjokorda Gde Romy Tanaya mengunjungi Desa Wisata Bakas dan Desa Wisata Timuhun.

“Kita ingin tahu sejauh mana peran pokdarwis dalam mengembangkan dan mengelola desa wisata di masing masing desa, jangan sampai desa-desa berlomba membuat desa wisata dan membentuk pokdarwis, tapi baru beberapa bulan dibentuk ternyata tidak jalan,” ujar Made Kasta.

Di lokasi pertama yakni Desa Wisata Kubu Bakas, Ketua Pokdarwis Kadek Widiasa Perdes melaporkan, kegiatan wisata telah berjalan di desa ini. Program wisata yang ditawarkan yakni Balinese Traditional Cooking Class atau kelas memasak khas Bali, home stay, agriculture tracking dan program lainnya yang sedang dikembangkan. Namun di tengah geliat pariwisata, Desa Bakas ternyata belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selaku pengelola usaha di desa.

Hal ini mengakibatkan Pokdarwis Bakas tidak berani melakukan pungutan tiket, sehingga untuk pembayarannya masih dalam bentuk donasi.  Kepada seluruh tim monev, Ketua Pokdarwis Kadek Widiasa berharap adanya bantuan permodalan pengembangan atraksi objek wisata serta regulasi sehingga pokdarwis bisa menarik iuran atau retribusi kepada wisatawan.

Sementara itu di lokasi kedua yakni Lembah Wenara Desa Wisata Timuhun, rombongan monev disambut Pengelola Spot Selfie Nengah Lugra dan sejumlah perangkat Desa Timuhun. Nengah Lugra melaporkan selama ini pengelola objek wisata di Timuhun berjalan sendiri-sendiri. Hal ini disebabkan oleh vakumnya pokdarwis semenjak meninggalnya Ketua Pokdarwis sekitar setahun lebih. Desa Timuhun memiliki potensi wisata pemandangan dari atas perbukitan, serta Pura Yeh Embang yang dilengkapi dengan permandian. Menurut Nengah Lugra, pura ini cocok dikembangkan sebagai wisata spiritual.

Menanggapi sejumlah permasalahan di lapangan, Made Kasta mengimbau kepada desa yang ingin menciptakan desa wisata supaya benar-benar menyiapkan objek wisatanya serta akomodasi pendukung, sehingga sebuah paket wisata dapat berjalan dengan baik. “Selain itu desa juga perlu membentuk Bumdes sebagai wadah tempat bernaung pokdarwis dalam menggerakan usaha pariwisata,” harapnya.

Selain berbincang dengan anggota pokdarwis, para pengelola dan perangkat desa setempat, Kasta juga berkesempatan melihat program wisata Balinese Traditional Cooking Class yang diikuti oleh sejumlah wisatawan asal Belanda di salah satu home stay di Desa Bakas. Para wisatawan tampak antusias mengikuti program ini karena mengaku menyukai masakan dan bumbu khas Bali. *dar

BAGIKAN