Terpapar Api Pembakaran Sampah, Pipa PDAM Gianyar Bocor

19
PDAM-Perbaikan pipa HDPE PDAM Gianyar yang berubah warna pascaterpapar api pembakaran sampah.

Gianyar (bisnisbali.com) –Sejumlah pelanggan PDAM Gianyar, khususnya di wilayah perumahan di Jalur  Prangsada Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh mengeluhkan pasokan air saat jam puncak pemakaian, Senin (30/9). Pelanggan mengeluhkan karena air keran kecrat – kecrit saat pagi dan sore hari. Padahal jam-jam itu, pemakaian air sangat diperlukan sebelum aktivitas sekolah ataupun kerja.

Direktur Utama PDAM Gianyar, Ir. I Made Sastra Kencana ketika dimintakan konfirmasinya saat mendengar keluhan pelanggan mengatakan segera melakukan pengecekkan.
Ia menjelaskan PDAM Gianyar tidak akan  pernah mematikan distribusi air. Ini terkecuali jika ada gangguan disebabkan oleh longsor, listrik padam, galian drainase, atau peningkatan atau pelebaran jalan.
Sastra Kencana mengakui setelah melakukan pengecekan gangguan distribusi air untuk pelanggan PDAM Gianyar, khususnya di wilayah Perumahan Prangsada Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh akibat pipa distribusi air dari SPAM Petanu bocor.
Dari hasil pantuan petugas PDAM Gianyar di lapangan, pipa jenis hdpe bocor pascaalami perubahan warna akibat terpapar suhu panas pembakaran sampah di jalur Bypass IB Mantra Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.
Ia memprediksi ada oknum yang membakar sampah berdekatan dengan pipa PDAM di SPAM Petanu. Akibat paparan api pembakaran sampah, pipa HDPE  PDAM  berubah warna putih dan bocor. “Pipa PDAM ini bocor murni karena paparan api pembakaran sampah,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, petugas PDAM di lapangan sedang melakukan pemasangan pipa pengganti. “Ini rangkaian aksesori yang harus dipasang hari ini dan harus tuntas. Semoga malam sudah mengalir,” ucapnya.
Made Sastra Kencana menegaskan, pipa PDAM yang bocor tersebut merupakan jalur distribusi yang berkaitan dengan jalur Denpasar dan Badung. Ini menyebabkan pompa Spam Petanu harus off. ” Jika ada pipa JDU bocor tahun depan Satker PUPR akan memasang pipa terpisah khusus untuk pelayanan ke Gianyar saja,” jelasnya.
Adapun sumber dana yang diusulkan, berasal dari APBN. “Pipa yang akan dipasang juga untuk mendukung penyediaan air di seputaran pasar dan untuk kebutuhan Pasar Sukawati,” ucapnya.
Made Sastra Kencana menambahkan  SPAM Petanu dikelola oleh BLUD Provinsi Bali agar lebih maksimal dalam memberi pelayanan, sesuai yang tertuang dalam perjanjian kerjasama. “Bukan hanya kerugian karena harus mendrop dengan mobil tangki, tapi dampak kepercayaan kepada PDAM bisa menurun, mengingat cabang Blahbatuh dan Sukawati membeli air di SPAM Petanu,” tambahnya.*kup

BAGIKAN