BVA Sikapi Ketatnya Persaingan Akomodasi 2020

18
BVA-BVA Outlook 2020, Sebelumnya mengajak seluruh member BVA dalam mengantisipasi kondisi ketidakpastian pada 2020.

Mangupura (bisnisbali.com) –Bali Villa Asociation (BVA) kembali mengadakan acara Gathering yang kedua 2019 guna menyikapi persaingan akomodasi 2020. Ketua BVA, Drs. I Gede Sukarta, MBA  Senin (30/9) mengatakan  seminar dengan tema “ BVA Outlook 2020 “ yang mengajak seluruh member BVA dalam mengantisipasi kondisi ketidakpastian pada 2020 mendatang.

Pariwisata sebagai leading sektor harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Ini terutama  Bali yang sebagaian besar pendapatannya berasal dari sektor Pariwisata. Ia menjelaskan kondisi Bali yang kondusif dan aman sangat kritikal untuk itu.

“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Bali agar bisa tetap harmony dan jauh dari tindakan-tindakan yang anarkis, yang akan merugikan diri kita atau kepentingan yang lebih luas,” ucapnya.
Menurutnya, jika ingin mengkritisi pemerintah, lakukanlah dengan jalur yang benar dan elegan, tanpa harus memberikan dampak negatif apalagi merusak dan menggangu kepentingan umum.
Sukarta memandang pengelola vila di Bali harus siap menghadapi kondisi ketidakpastian pada tahun 2020. Hal ini diperlukan oleh pengelola Villas dalam mempersiapkan budgeting atau anggaran tahun depan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Sapto Widyatmiko dalam pemaparannya menyampaikan bahwa masyarakat Bali harus bersyukur tinggal di Bali adalah sebuah anugrah. Salah satunya adalah nilai inflasi sangat terkontrol dibandingkan dengan daerah lainnya di nusantara. Bank Indonesia (BI) menargetkan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh di kisaran 5,1-5,4 persen.
Namun, di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai kurang kuat. Widyatmiko melihat saat ini kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian. Misalnya dampak perang dagang hingga geopolitik saat ini mengubah kondisi market, selain itu pernyataan Presiden Trump yang masih menyuarakan perang dagang akan memperkuat kondisi ketidakpastian.
Area Manager Traveloka, Gusti Ayu Emma Sulyastini menyampaikan pengaruh industri 4.0 dan Go Digital merupakan fenomena yang tidak bisa dihindarkan oleh pelaku Villas. Mereka bisa berinovasi pada digital marketing merupakan kunci sukses untuk bisa menjangkau pasar global yang lebih luas.

“Ini terutama pasar milenial yang menjadi pangsa pasar dominan pada industry 4.0,” ucapnya. *kup

BAGIKAN