Refleksi Kinerja Setahun, Pemkab Gianyar Genjot Peningkatan PAD  

13
GIANYAR -Bupati Gianyar, I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun merefleksikan 1 tahun kepemimpinan mereka.

Gianyar (bisnisbali.com) –Bupati Gianyar, I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun merefleksikan 1 tahun kepemimpinan mereka di Bumi Seni, Gianyar. Sebuah acara sederhana digelar di halaman kantor Bupati Gianyar, Sabtu (28/9) malam bersama seluruh jajaran, di antaranya Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, para Dirut BUMD dan RSUD, Camat, Kades/Lurah, serta Ketua dan Anggota DPRD Gianyar, Bupati Mahayastra dan Wabup Agung Mayun memaparkan capaian 1 tahun kepemimpinan mereka.

Pasangan bupati-wabup yang dikenal dengan paket Aman  ini mengatakan, pada tahun pertama Gianyar Aman  fokus pada pembangunan fisik. Ini diantaranya, di bidang kesehatan, di mana realisasi anggarannya mencapai Rp 41,32 miliar untuk pembangunan dan revitalisasi fasilitas- fasilitas kesehatan. “Kita meneruskan pembangunan RSUD Sanjiwani yang akan kita jadikan sebagai rujukan rumah sakit terbaik di Bali Timur, juga pembangunan rumah sakit tipe C di Payangan,” jelas Mahayastra.
Tidak hanya fisik, pembangunan bidang kesehatan juga dibarengi dengan pembangunan SDM-nya. “Kami menyadari, dibandingkan dengan tanggung jawab yang diemban, tunjangan seorang dokter spesialis non PNS sangat kecil, kami naikkan tunjangannya, ini tentunya saya harapkan bermuara pada peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat, ” tegas Mahayastra. Ditambahkannya, pelayanan kesehatan harus memudahkan masyarakat. Salah satunya melalui digitalisasi pelayanan kesehatan.
Di bidang pendidikan, Mahayastra mengatakan, telah membangun sekolah-sekolah untuk mempermudah akses masyarakat memperoleh pendidikan bagi anak-anaknya. “Kami bangun sekolah SD di Batubulan, SMP di Blahbatuh, dengan bangunan yang bagus, bersih, sehingga anak-anak nyaman belajar,” ucap Mahayastra.
Sementara untuk pembangunan infrastruktur, ia merancang anggaran Rp 621 miliar. “Mungkin ini anggaran terbesar untuk infrastruktur sepanjang sejarah Gianyar,” tegasnya.
Mahayastra mencontohkan jalan di Tegenungan yang terus jebol meski sudah diperbaiki berulangkali. Ia mencari cara lain yakni dengan membangun jalan tembus yang lain. “Itu sudah dilakukan, sedang proses pembebasan lahan, astungkara Oktober ini sudah melakukan pembayaran (lahan yang dibebaskan), lokasi Kemenuh,” jelasnya.
Mahayastra meminta masyarakat bersabar, karena semua perlu perencanaan matang agar tidak melanggar aturan.
Di bidang pengentasan masyarakat dari kemiskinan, saat ini Bupati Mahayastra tengah mengerahkan seluruh OPD untuk mengaktifkan program desa binaan dan sekaligus mendata kemiskinan di desa binaan masing-masing.

 “Data ini diinput dalam aplikasi yang sudah dikembangkan oleh staf saya, jadi data ini riil karena dilengkapi dengan data KK, foto rumah, foto kamar mandi, semua bisa dilihat di aplikasi ini,” jelasnya.

Mahayastra sambil membuka aplikasi yang tampil di layar. Semua yang hadir bisa melihat data-data keluarga miskin yang ditampilkan beserta foto-fotonya. Dengan data riil seperti itu, bantuan bagi KK miskin akan tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Untuk mendukung semua program tersebut dan mewujudkan visi misi Gianyar Aman sebagaimana telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gianyar, Bupati Mahayastra menjadikan PAD sebagai modal pembangunan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan PAD, di  antaranya terobosan pada pajak dan retribusi daerah. Terjadi peningkatan PAD secara signifikan, yakni dari Rp 610 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 770,204 miliar pada tahun 2018.

“Pada tahun 2019 ini kami targetkan PAD naik menjadi Rp 1,031 triliun, hingga saat ini sudah terealisasi sebesar Rp 688,64 miliar, saya optimis target PAD tercapai hingga akhir tahun ini,” tandas Mahayastra. *kup

BAGIKAN