LPD Denpasar Serahkan Dana Duka terhadap Keluarga Kelian Banjar Panti Gede  

14
BANTUAN - Kepala LPD Desa Adat Denpasar I Made Sumantra, S.H., M.Hum., menyerahkan dana duka kepada keluarga almarhum kelian banjar Panti Gede.

Denpasar (bisnisbali.com) –Sesuai dengan program pemberian kontribusi kepada masyarakat, LPD Desa Adat Denpasar menyerahkan santunan duka kepada Kelian Banjar Panti Gede yang meninggal dunia. Program yang menyasar prajuru khususnya kelian dari 105 banjar ini menjadi program tahun ke-4 pada tahun ini.

Kepala LPD Desa Adat Denpasar I Made Sumantra, S.H., M.Hum., saat ditemui, Jumat (27/9) mengatakan, penyerahan santunan duka kepada keluarga almarhum secara langsung dilakukan pada Rabu (25/9). Bersama pengurus LPD lainnya, penyerahan santunan duka disaksikan Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Rai Sudarma,S.H., M.H.

Dikatakan Sumantra, penyerahan santunan meninggal ini sudah beberapa kali dilakukan sejak program ini dimulai pada tahun 2015 lalu. Adapun telah menjadi kesepakatan, nominal santunan yang diserahkan mencapai Rp1 juta per prajuru adat yang mendapatkan. “Program ini hanya baru menyasar kelian banjar di wilayah Desa Adat Denpasar,” ujarnya.

Pemberian santunan yang ditujukan kepada orang yang telah berjasa memimpin di wilayah banjar masing-masing diharapkannya bisa membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Demikian dikatakan Sumantra, sejak bangkit kembali 2011 lalu, LPD Desa Adat Denpasar secara bertahap memberikan berbagai kontribusi kepada masyarakat.

Di samping santunan dana duka serta dana pembangunan yang rutin diserahkan setiap tahunnya, berbagai kontribusi lainnya juga telah mampu diberikan LPD Desa Adat Denpasar. Seperti mendukung pembuatan ogoh-ogoh oleh pemuda (sekaa teruna), hingga dana punia yang rutin diberikan pada saat pelaksanaan piodalan Pura Kahyangan Tiga sebesar Rp2 juta per masing-masing pura.

Lebih lanjut dijelaskannya, dukungan  pembuatan ogoh-ogoh biasanya diberikan kepada kelompok pemuda yang telah mengajukan proposal. Hal ini  untuk menumbuhkembangkan bakat pemuda agar bisa disalurkan ke arah pergaulan yang lebih positif. “Pemberian dana motivasi disesuaikan dengan anggaran dana sosial yang dimiliki LPD,” katanya. *wid

BAGIKAN