Belajar Toleransi dan Kepariwisataan Suiasa Terima Kunja Bupati Mentawai dan Wabup Kupang

12
ist KUNJA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunja Bupati Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Kupang, Provinsi NTT, Jerry Manafe di Puspem Badung, Jumat (27/9).

Mangupura (bisnisbali.com) – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan kerja (kunja) Bupati Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Kupang, Provinsi NTT, Jerry Manafe di Puspem Badung, Jumat (27/9) kemarin. Kunjungan Pemkab Kepulauan Mentawai dan Kupang ke Badung ini untuk belajar pengelolaan dan pengembangan pembangunan pariwisata termasuk kerukunan antar umat beragama.

Wabup Kupang Jerry Manafe mengatakan, kunjungan ke Badung ini untuk belajar mengenai tolerasi antarumat beragama, karena pihaknya akan membangun kampung toleransi di Kupang sehingga ke depannya NTT, juga disebut Nusa Toleransi Terindah. “Kita telah konsultasi ke pusat dan pusat merekomendasikan kita belajar ke Badung. Kami ingin belajar tentang kampung toleransi di Badung, tentunya juga kami harapkan adanya diskusi dengan FKUB, Kesra maupun OPD terkait guna mendapat sedikit informasi dan gambaran mengenai pembangunan tempat ibadah di satu kawasan,” terangnya.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan, potensi pariwisata di Mentawai cukup besar didukung oleh budaya yang unik dan alam yang indah. Namun diakui belum memberikan dampak positif bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat di sana. Untuk itu, ia ingin belajar ke Badung bagaimana mengelola dan memadukan pariwisata dalam konteks potensi, dengan SDM dan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat.

Wabup Suiasa menyambut baik kunjungan Pemkab Kupang dan Kepulauan Mentawai ke Badung. Diharapkan kunjungan ini sebagai ajang silaturahmi dalam membangun kebersamaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dijelaskan, mengenai kerukunan di Badung dan Bali adalah sesuatu yang wajib diwujudkan. Untuk mengetahui tingkat kedalaman kerukunan Badung sudah melakukan survai kerukunan dan hasilnya cukup baik dengan tingkat kerukunan cukup tinggi dengan skor 78, di atas kerukunan nasional skor 72,27. “Inilah parameter kami melihat kerukunan guna mencapai tujuan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat berkeadilan. Kerukunan sebagai fondamen dasar mewujudkan kesejahteraan, keadilan, masyarakat berdaya. Ini harus kami wujudkan secara riil di masyarakat,” terangnya. Di sisi lain dikatakan, kawasan Puspem Badung selain sebagai pusat pemerintahan juga ditetapkan sebagai kawasan kegiatan ibadah. Selain itu terdapat 4 kasawan terpadu tempat ibadah di Badung. “Di sana ada masjid, gereja, wihara dan pura di satu kawasan,” tambahnya.

Di sektor pariwisata, Suiasa mengatakan membangunan pariwisata akan mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan. Namun pariwisata rentan dengan isu keamanan, kesehatan dan kondisi sosial. Kondisi ini harus dijaga agar tetap kondusif. Membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dasarnya ada tiga komponen, yaitu membangun manusianya, alamnya dan budayanya. Ketiga komponen ini merupakan satu kesatuan sistem yang saling mendukung dan memperkuat daya.

Kadis Pariwisata I Made Badra dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang manajemen kepariwisataan di Badung. Menurutnya, Badung dibagi tiga kawasan pembangunan. Di Badung Utara akan dibangun Giri Park Land berbasis budaya, alam dan masyarakat, dengan ikon Festival Budaya Pertanian. Di Badung Tengah terdapat Pura Taman Ayun sebagai pusat pengembangan subak dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Badung Selatan sebagai pusat akomodasi pariwisata dan wisata MICE. Untuk target kunjungan wisatawan ke Badung tahun ini, 6,8 juta wisatawan mancanegara dan 10 juta wisatawan Nusantara. Diakui, pariwisata melalui PHR sebagai penyumbang PAD terbesar di Badung, tahun ini sekitar Rp5 triliun. *adv 

BAGIKAN