Dr.Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. Usia Senja Terus Berprestasi

67
Dr.Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M., memegang piagam  bersama Ketua DPD HIPKI Bali, Ni Luh Putu Srinadi, S.E., M.M. Kom (no 4 dari kiri) dan para instruktur LKP Agung yang ikut berpartisipasi menari legong serta pengurus DPP HIPKI saat menerima HIPKI Award.

Denpasar (bisnisbali.com) – Momen yang sangat membanggakan bagi pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Dr.Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. Pasalnya dalam satu bulan TUK Agung meraih dua penghargaan sekaligus dari dua lembaga yang berbeda. Usai menerima penghargaan Ibu agung diundang Komunitas Cinta Berkain Indonesia Provinsi Bali (KCBI-Bali) ke Australia, dalam rangka promosi budaya.

Dr.Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M., Pimpinan TUK Agung baju merah paling kiri, bersama anggota KCBI dan  Balinese Community.

Ditemui di TUK Tata Rias Pengantin Agung Jalan Anggrek, Kreneng Denpasar, Ibu Agung menuturkan kegembiraannya atas apresiasi yang diberikan berbagai pihak kepada TUK Agung. “Banyak penghargaan sudah kami raih, namun bagi saya pribadi bukan tentang meraih penghargaan namun bagaimana membuat para peserta didik mampu mensejahterakan keluarga,” tutur Ibu Agung bersahaja.

Penghargaan bergengsi diperoleh dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) sebagai penyelenggara uji kompetensi dengan peserta terbanyak seluruh Indonesia untuk uji kompetensi Tata Kecantikan kulit. Penghargaan diserahkan oleh Viktor Kahimpong, M.Si., Kabid Kurikulum Ditbinsuslat, Kemendikbud RI yang didampingi Astuti Yudo Ke Umum DPP Tiara Kusuma dan Sri Haryati Ketua LSK Tata Kecantikan Kulit.

Ibu Agung yang juga mendapat penghargaan dari DPP Himpunan penyelenggaraan kursus se-Indonesia ( HIPKI).

Usai menerima penghargaan tersebut ibu Agung mendapat hadiah dari KCBI Bali yaitu diundang ke Australia, dalam rangka hari jadi ke tiga KCBI Western Australia. KCBI Bali membawa misi sarat budaya Bali dengan menampilkan tarian Legong Lasem yang dibawakan oleh lima anggota dari Bali.

Seluruh peserta undangan dari Bali berikut ketua Mayke Boestami Anderson dan wakil ketua Byang Mangku Hypno menggunakan busana adat tengkuluk  lelunakan, yang kental dengan identitas Bali.

Ibu  Agung pun turut serta dalam misi ini memberikan pelatihan busana adat dan tatarias untuk memastikan pakem busana adat  Bali diperkenalkan secara benar. Acara ini dihadiri oleh Konjen Western Australia Ibu Dewi Tobing.  Kedepannya KCBI Bali diharapkan mampu memberikan ruang untuk dapat memperkenalkan budaya berkain Nusantara dan khususnya budaya Bali ke kancah Internasional.*pur

BAGIKAN