Bupati Suwirta Luruskan Persoalan Program di Hadapan Dewan  

12
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meluruskan persoalan sejumlah program pada rapat gabungan DPRD Klungkung.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri rapat gabungan di ruang Sabha Nawa Natya Kantor DPRD Klungkung, Selasa (24/9).  Dalam rapat tersebut sejumlah persoalan yang masih mengganjal pun diluruskan oleh Bupati Suwirta.

Di antaranya terkait teknologi pengolahan sampah TOSS. Bupati Suwirta mengatakan teknologi pengolahan sampah TOSS telah berhasil di-branding dengan kuat sehingga berhasil menarik pejabat luar daerah untuk berkunjung ke Klungkung. Bahkan TOSS mampu masuk TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik dan meraih Dana Insentif Daerah sebesar Rp4,5 miliar. Namun karena aturan, teknologi TOSS akhirnya terganjal akibat tidak dapat melakukan pengadaan mesin dengan kapasitas yang lebih besar untuk menangani volume sampah yang cukup besar. Dana Insentif Daerah yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk mendukung pembangunan TOSS Center di Karangdadi, Kusamba.

Masalah wilayah yang tidak terjangkau jaringan telepon dan internet atau blankspot di sejumlah titik di Nusa Penida juga kembali menjadi topik pembahasan. Untuk mengatasi masalah ini Bupati Suwirta melalui Diskominfo akan mengundang Icon Plus ke Nusa Penida untuk mendirikan tower telekomunikasi di sejumlah titik blankspot.

Terkait pengadaan air minum di wilayah Lembongan dan Ceningan, Bupati Suwirta langsung memerintahkan Dirut PDAM untuk segera menyalurkan air produksi Pengolahan Air Laut dengan alat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang telah dibangun di Pulau Ceningan. SWRO ini telah beroperasi sehingga air hasil produksinya sudah bisa disalurkan hingga ke Desa Jungutbatu, Nusa Penida.

Untuk menghindari kecelakaan transportasi di laut, Bupati Suwirta juga sepakat dengan usulan dewan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap boat-boat penyeberangan. Dirinya langsung memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk melakukan persiapan uji kelayakan terhadap transportasi laut ini.

Terkait adanya para pengusaha boat yang menunggak iuran retribusi yang nilainya mencapai miliaran rupiah, Bupati Suwirta sedang mempertimbangkan usulan dewan yakni membentuk tim satgas penagihan utang. Menurutnya, hal ini pantas untuk dipertimbangkan mengingat besarnya nilai tunggakan iuran retribusi tersebut.

Sementara berkaitan dengan perarem narkoba yang sudah ditetapkan di seluruh desa, Bupati Suwirta mengakui prajuru adat tidak serta merta dapat menangkap dan mengadili pelaku pemakai dan pengedar narkoba. Menurutnya, perarem hanya bersifat untuk pencegahan.

Untuk masalah bangunan liar yang dibangun di atas tanah negara, Bupati Suwirta mengatakan telah membentuk tim yang terdiri dari ASN dan Badan Pertanahan untuk melakukan inventarisir tanah-tanah negara. Sedangkan untuk tanah negara yang sudah terlanjur dibangun oleh warga selanjutnya akan disertifikatkan dan pemakainya dikenakan biaya sewa pakai.

“Dengan masukan dan kritisi dari para anggota dewan ini, saya dan seluruh jajaran OPD menjadi semakin termotivasi bekerja dan menyempurnakan program-program kami,” ujar Bupati Suwirta seusai rapat. *dar

BAGIKAN