Pastikan Program Tepat Sasaran, Komisi IV Kunjungi Dinas Sosial

10
ist KUNJA - Jajaran Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, I Gede Aryantha dan Ni Luh Gede Rara Hita Sukma yang diterima oleh Kadis Sosial I Ketut Sudarsana saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (24/9).

Mangupura (bisnisbali.com) – Jajaran Komisi IV DPRD Badung kembali melakukan kunjungan kerja dengan mengunjungi Dinas Sosial Kabupaten Badung. Menurut Ketua Komisi I Made Sumerta, kunjungan tersebut guna menindaklanjuti program kerja komisi bersama dinas terkait.

Kunjungan yang juga diikuti oleh anggota Komisi IV DPRD Badung di antaranya, I Gede Aryantha dan Ni Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi itu diterima oleh Kepala Dinsos I Ketut Sudarsana bersama sejumlah kepala bidang pada dinas tersebut.

I Made Sumerta mengatakan, program pemerintah yang dilaksanakan Dinas Sosial benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. “Dari informasi yang diterima konon ada penerima kebijakan yang tinggal dan menetap di luar daerah, tetapi secara administrasi menjadi penduduk Badung. Tetapi APBD Badung harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan Badung,” ucap Sumerta seraya mengatakan untuk mencari solusi untuk hal itu.

“Dengan begitu, tidak ada celotehan anak uli joh maan bantuan (orang dari jauh dapat bantuan-red),” katanya.

Sementara itu, I Gede Aryantha dan Rara Hita Sukma juga mempertanyakan hal yang tidak jauh berbeda. Program yang baik wajib tepat sasaran sehingga program yang dilaksanakan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Badung secara khusus.

Kadis Sosial Sudarsana membenarkan jika ada yang tinggal menetap di luar Badung menerima bantuan karena memang yang bersangkutan ber-KTP Badung. Pencairan bisa dilakukan Bank Jatim. Terkait hal itu, pihaknya mengaku terus melakukan perbaikan agar regulasinya lebih sempurna atas kesetujuan pimpinan dan kesepakatan bersama. “Berdasarkan kajian Litbang, pemberian harus tepat sasaran dan santunan akan diberikan kepada warga Badung yang secara berturut-turut tinggal di Badung. Ini baru rencana,” terangnya.

Terkait dengan santunan lansia yang berusia 72 tahun ke atas akan kembali disempurnakan. Berdasarkan kajian Litbang, usia harapan hidup masyarakat Badung usia 74,2 tahun. “Sesuai kajian santunan lansia akan diberikan kepada yang lansia yang berumur 75 tahun. Ini masih baru rencana,” sebutnya. Sampai saat ini lanjut dia, triwulan II tahun 2019 telah terealisasi Rp47,115 miliar. “Sampai triwulan kedua semua berjalan lancar,” katanya. *adv

BAGIKAN