Bupati Eka Apresiasi Ngaben Massal Desa Adat Sandan  

16
Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka memberikan punia yang diterima oleh Ketua Panitia Ngaben Massal.

Tabanan (bisnisbali.com) – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri upacara Pitra Yadnya (ngaben massal) yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Adat Sandan, Desa Bangli, Baturiti, Selasa (24/9) sekaligus mengapresiasi kegiatan yang puncaknya digelar pada 26 September 2019.

Kegiatan yang dipusatkan di Wantilan Desa Adat Sandan itu juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali N. Adi Wiryatama, perwakilan DPR RI asal Tabanan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Camat Baturiti, Perbekel dan tokoh adat setempat.

Ketua Panitia Ngaben Massal I Gusti Ketut Jeger mengatakan, Ngaben Massal Desa Adat Sandan tersebut menghabiskan dana sebesar Rp389 juta, yang bersumber dari urunan warga yang mempunyai sawa sebesar Rp8 juta, penggalian dana dan punia ataupun dari donatur serta diikuti oleh 41 arwah dewasa (sawa) dan 25 arwah anak-anak (ngelungah/ngelangkir), dengan mengambil tingkatan upacara yakni Sawa Preteka.

Pada kesempatan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti atau yang lebih akrab disapa Bupati Eka menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, khususnya kepada masyarakat Desa Adat Sandan, Desa Bangli, Baturiti karena telah mampu melaksanakan kegiatan yang berlandaskan semangat persatuan dan semangat gotong-royong.

Apresiasi juga diberikan karena hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera, Aman dan Berprestasi, di mana kegiatan Ngaben Massal sangat meringankan beban masyarakat baik dari segi biaya maupun tenaga,” ungkapnya.

Di samping itu, Bupati Eka sangat mengapresiasi pemikiran dari masyarakat Tabanan pada umumnya saat ini telah memandang ngaben tidak harus menghabiskan dana atau biaya yang besar. Mengingat ngaben  merupakan upacara yang besar dan tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Terbukti saat ini dengan menggelar ngaben massal tidak mengurangi arti dan makna dari upacara ngaben tersebut dan justru sangat meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu.

Ketua DPRD Provinsi Bali N. Adi Wiryatama menambahkan hal inilah yang harus terus didorong dan dikembangkan sehingga dengan mengeluarkan biaya yang tidak terlalu besar namun bisa mengambil tingkatan atau jenis upacara ngaben yang tergolong besar, seperti Sawa Preteka dan Sawa Wedhana.*man

BAGIKAN