31 Ribu lebih Petani Diusulkan Kantongi Kartu Tani

17
Pemkab  Tabanan khususnya Dinas Pertanian telah mengusulkan sekitar 31 ribu lebih petani di daerah lumbung pangan ini untuk bisa mengantongi kartu tani sesuai dengan yang diprogramkan pemerintah pusat.

Tabanan (bisnisbali.com) – Pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya Dinas Pertanian telah mengusulkan sekitar 31 ribu lebih petani di daerah lumbung pangan ini untuk bisa mengantongi kartu tani sesuai dengan yang diprogramkan pemerintah pusat. Dari jumlah usulan tersebut, kini kartu tani yang sudah terbit ada sekitar 21 ribu lebih.

“Pengajuan tersebut mengacu pada sejumlah persyaratan. Salah satunya, petani tidak memiliki luas lahan lebih dari 2 hektar dan NIK nya jelas,” tutur Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, di Tabanan, Rabu (25/9).

Terangnya, pengajuan tersebut juga didasari pada jumlah rancangan difinitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang dimasukkan ke sistem dari Kementerian Pertanian dan nantinya sistem tersebut juga akan diakses oleh bank BNI sebagai pihak yang bekerja sama dengan pemerintah dalam kartu tani ini untuk kemudian di verifikasi.

Jelas Wiadnyana, saat ini sudah terbit atau sudah diverifikasi 21 ribu lebih kartu tani, sedangkan sisanya masih menunggu proses verifikasi dari pihak perbankan. Katanya, dari total 31 ribu lebih petani yang diusulkan tersebut sebagian besar merupakan petani lahan sawah dan sebagian kecil merupakan petani kebun.

“Petani kebun ini rata-rata ada di daerah Selemadeg Barat dan Pupuan. Sementara daerah lain atau sisanya merupakan petani sawah,” ujarnya.

Sambungnya, setelah mengantongi kartu tani ini, maka sistem pengajuan pupuk yang digunakan secara manual melalui RDKK, adanya kartu tani ini menjadi terkontrol. Sebab, dari awal tahun kebutuhan pupuk bersubsidi di petani ini sudah terhubung langsung ke kartu tani ini yang telah diberikan kuota atas kebutuhan selama setahun. Artinya, dengan kartu tani pemberian subsidi pupuk menjadi tepat sasaran ke petani langsung sebagai penerima (pemegang kartu tani).

Tambahnya, manfaat lain dari kartu tani ini adalah memberi peluang bagi petani untuk terhubung langsung dengan layanan perbankan. Di antaranya, untuk menabung, hingga melakukan sejumlah transaksi pembayaran.

“Kartu tani ini mirip seperti kartu ATM yang bisa digunakan oleh petani untuk bertransaksi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana, mengungkapkan, sebelum diterapkan nantinya program terkait kartu tani sudah dilakukan sosialisasi ke para petani di Kabupaten Tabanan. Akuinya, kendala di lapangan ada sejumlah temuan dari NIK  petani yang ganda, namun atas temuan tersebut pihaknya sudah berkordinasi dengan dinas terkait.

“Mudah-mudahan penerapan kartu tani ini bisa segera direalisasikan, karena sistem ini akan mempermudah pemberian bantuan dari pemerintah dengan langsung ke petani selaku pemagang kartu tani,” tandasnya.*man

BAGIKAN