Bupati Suwirta Luncurkan Modul Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah

8
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meluncurkan Modul Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah di Lapangan Puputan Klungkung.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bukti keseriusan Pemkab Klungkung dalam menangani permasalahan sampah dibuktikan dengan membuat Modul Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah. Tujuannya adalah mengedukasi dan mengajak para guru dan generasi muda untuk melakukan pengelolaan sampah. Peluncuran buku Modul Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta bertempat di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (22/9) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung I Dewa Gde Darmawan menyatakan Modul Ektrakurikuler Pengelolaan Sampah disusun berkat kerjasama Pemkab Klungkung dan PT Indonesia Power yang berisi tentang persoalan mengenai sampah dan upaya mengatasinya. Adanya modul ini diharapkan dapat memupuk kebiasaan di masing-masing sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian integral dari penguatan pendidikan karakter.

Direktur Utama PT Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi mengharapkan ke depan sampah yang mengganggu masyarakat dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna. Dengan menggunakan program sederhana yang diterapkan di Kabupaten Klungkung sehingga dapat menjadi pilihan model pengelolaan sampah di Indonesia.

Perwakilan Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof. Sudarto P. Hadi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang menginisiasi pengelolaan sampah berbasis Tempat Olah Sampah Terpadu (TOSS).

Sementara itu Bupati Suwirta mengatakan kali ini meluncurkan empat program yang memiliki keterkaitan satu sama lain, yakni Modul Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah, Bang Daus, Sekolah Nol Sampah (S0S) dan Pilah Sampah dari Sumbernya.

 “Ada pun keterkaitan antara program-program tersebut, bahwa untuk menjadikan Sekolah Nol Sampah diperlukan Modul Pengelolaan Sampah, selain itu diperlukan dua kegiatan yakni Pilah Sampah dari Sumbernya, dan menaruh sampah organik pada Bang Daus,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta meminta kepada kepala sekolah, dan guru, baik SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Klungkung agar modul ini dapat diterapkan oleh generasi muda dan dilaksanakan dengan baik. *dar

BAGIKAN