WFC Summit, Diikuti 20 Negara  

18

Gianyar (bisnisbali.com)- World Flower Council (WFC) Summit kembali diselenggarakan dan tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah dengan memilih Bali sebagai lokasi acara.  WFC Summit merupakaan ajang bagi para anggota untuk berkumpul dan berdiskusi perihal perkembangan industri bunga dan dekorasi.

Acara ini bukan hanya ditujukan bagi anggota, tetapi juga bagi pecinta dan pelaku industri bunga, kurator. Baik aktif berperan dalam skala nasional dan internasional. Pada tahun 2019 ini, WFC Summit diselenggarakan di The Westin Hotel, Nusa Dua Bali,   19-22 September dan dihadiri anggota dari sekitar 20 negara.

Pada Jumat lalu anggota WFC Summit melakukan Fieldtrip atau kunjungan ke Sekar Bumi Farm di Desa Kerta Kecamatan Payangan Gianyar. Rombongan diterima oleh Asisten Administrasi dan Kesra Setdakab Gianyar Wayan Suardana, di damping Kadis DKPKP Gianyar, Ir. Dewi Hariani dan pemilik Sekar Bumi Farm I Ketut Subagia.

WFC Summit tahun ini dikemas melalui berbagi serangkaian program menarik yang didedikasikan bagi seluruh pelaku industri bunga. Ini misalnya dengan melakukan kunjungan bersama ke perkebunan Sekar Bumi Farm yang merupakan taman bunga Heliconia terbesar di Bali.

Seperti ditegaskan oleh Ani Andayani mantan Direktur Floricultura di Kementerian Pertanian, periode 2010-2015, bahwa sekar bumi yang berlokasi di Desa Kerta Payangan, Gianyar Bali merupakan salah satu perkebunan dngan jenis tanaman dan spesies Heliconia yang bervariasi dan menyimpan berbagai kekayaan sejarah, seni dan budaya yang masih dipertahankan penduduk setempat. Perkebunan ini sekaligus menjadi contoh agrowisata bunga yang menyeluruh.

Hal ini sejalan dengan tujuan dari diadakannya WFC Summit diantaranya adalah sebagai ajang komunikasi bagi pecinta, desainer, curator dan pelaku di industri perbungaan. Ini sekaligus untuk mempererat hubungn antaranggota organisasi World Flower Council.

Ajang ini juga dapaat dimanfaatkan sebagai ajang komunikasi sekaligus juga sebagai wadah berbagi tren dan ilmu seni merangkai bunga sekaligus memperluas jaringan dalam mengembangkan potensi ekspor bunga-bunga tropis.

“Di Payangan ini khususnya di Desa Kerta kami melihat potensi Heliconia sebagai salah satu jenis floricultura sangat besar. Dengan adanya kunjungan ini kita bisa meyakinkan negara-negara peserta bahwa Indonesia mempunyai potensi floris yang cukup besar. Bahkan floricultura bukan hanya sebagai estetika namun juga sebagi penyumbang gerakan lingkungan lebih baik, hanya saja untuk menjadikannya sebagai nilai ekonomi estetika saja tidak cukup harus bersinergi dengan aspek-aspek lainnya seperti objek wisata, sebagi rental, maupun dekorasi hotel, restoran atau weding decoration,” jelas Ani Andayani.

Harapan yang cukup besar atas kunjungan anggota WFC Summit juga ditaruh oleh I Ketut Subagia, pemilik Sekar Bumi Farm. Agar para peserta ini nantinya dapat mempromosikan keberadaan Sekar Bumi farm sebagai salah saatu dstinasi wisata di Bali dengan konsep pertanian yang berwawasan wisata.

Sementara itu Asisten 1 Wayan Suardana merasa bangga WFC Summit telah memilih Kabupaten Gianyar sebagai tempat kunjungan dalam pelaksanaan kegiatan semoga kunjungan ini dapat memberi manfaat sebagi ajang promosi Sekar Bumi Farm dan objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Gianyar. *kup

BAGIKAN