Kerajinan Bali Berpeluang Diekspor ke Selandia Baru

32

Denpasar (bisnisbali.com) – Bali tak hanya jadi tujuan wisata dunia. Hasil karya seni Bali tampaknya menjadi daya tarik bagi sejumlah negara untuk menggalang kerja sama perdagangan. Salah satunya, Selandia Baru yang ingin membangun kerja sama perdagangan melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali.

Hal tersebut terungkap saat Ketua Kadin Provinsi Bali, Made Ariandi menerima kunjungan Dr. Jonathan Austin, Ambassador of New Zealand to the Republic of Indonesia, di Denpasar, Sabtu (21/9). Saat kunjungan tersebut Jonathan Austin mengungkapkan, belakangan ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Selandia Baru ke Bali mengalami tren peningkatan dari sebelumnya. Seiring dengan peningkatan kunjungan tersebut dan juga dikaitkan dengan sejumlah produk dengan brand Bali yang dilirik oleh masyarakat New Zealand, menurutnya, memberi celah bisnis bagi kerja sama di bidang perdagangan.

Celah bisnis tersebut dengan memanfaatkan kargo penerbangan. Sebab, pesawat yang rata-rata berkapasitas besar penerbangan dari Selandia Baru ini, pada bagian kargo pesawat cenderung kosong ketika kembali. Kondisi itu membuka peluang bagi eksportir dari Bali untuk memanfaatkan melakukan perdagangan dengan tujuan Selandia Baru.

Menanggapi hal itu, Ariandi mengungkapkan, ada sejumlah peluang kerja sama yang dapat dibangun bersama. Salah satunya, ekspor produk UMKM Bali yang dapat diekspor ke Selandia Baru dengan dokumen perdagangan yang mewajibkan legalisir dari Kadin. Di sisi lain manurutnya, bagi eksportir Bali ini akan menghemat biaya karena memanfaatkan kargo kosong dari pesawat yang kembali ke negara asalnya.

Diakuinya, saat ini ada banyak potensi komoditas hasil kerajinan UMKM Bali yang berpeluang diperdagangkan ke Selandia Baru. Di antaranya, asbak, taplak meja, hiasan dinding hingga peralatan rumah tangga berbahan batok kelapa yang semuanya berciri khas Bali.

“Sebab setiap produk dengan nama atau logo Bali ini menjadi brand dan juga memiliki karya seni yang khas, sehingga pasti akan dilirik di Negara tujuan ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, pada pertemuan tersebut Ariandi juga memaparkan kepada Jonathan terkait kondisi Bali hingga kebijakan pemerintah daerah. Di antaranya menyangkut Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan Pergub tentang hari penggunaan busana adat Bali yang merupakan jadi upaya pemerintah untuk melestarikan budaya. Menurutnya, itu juga sekaligus juga jadi potensi untuk diperdagangkan di pasar ekspor. *man

BAGIKAN