Bank BPD Bali Bantu Perbaikan Pura Puncak Sari

17
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudarma menyerahkan secara simbolis dana CSR kepada Bendesa Pura Goa Lawah Dr. Bagus Darmayasa disaksikan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta di Wantilan Pura Sad Khayangan Goa Lawah.

Semarapura (bisnisbali.com) –PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung yang mengalami musibah kebakaran pada 17 September 2019 lalu.

Dana CSR senilai Rp100 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma kepada Bendesa Pura Goa Lawah, Dr. Bagus Darmayasa disaksikan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta di Wantilan Pura Sad Khayangan Goa Lawah, Minggu (22/9).
Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank BPD Bali dan bisa segera dipergunakan untuk merenovasi pelinggih yang mengalami kebakaran. Wabup Kasta juga berharap bantuan sosial ini bisa dilanjutkan ke desa-desa yang terkena musibah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan Bank BPD Bali selalu jaya dalam menjalankan usahanya,” ujar Wabup Kasta.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma menjelaskan, bantuan yang diserahkan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masalah sosial termasuk kebencanaan. Dana keuntungan Bank BPD Bali yang dihimpun dari masyarakat ini dikembalikan kepada masyarakat Bali terutama yang terkena bencana alam.

Diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat Desa Pesinggahan serta pengempon Pura Puncak Sari dalam merenovasi kembali pelinggih yang sudah hangus terbakar. “Ini merupakan kepedulian perusahaan yang tidak saja konsen berbisnis tetapi peduli terhadap masalah sosial termasuk bencana alam. Keuntungan yang kita dapatkan ini dikembalikan kepada masyarakat Bali,” jelas Sudarma.

Sementara itu, Bendesa Pura Goa Lawah, Dr. Bagus Darmayasa menjelaskan musibah ini telah menghanguskan sejumlah bangunan pura dan pelinggih, di antaranya bale piyasan, pelinggih Pengaruman, pelinggih Seluang, pelinggih Tirta, pemedal dan bale pawedaan. “Kejadian ini memang di luar dugaan, astungkara sore itu, tim Labfor langsung datang untuk mengetahui sumber awal titik api tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sampai saat ini cukup banyak kucuran dana punia yang sudah masuk dari berbagai sumber. Dirinya pun mengucapkan terima kasih atas punia yang dihaturkan tersebut. “Mulai Senin ini dilakukan upacara Mapralina,” ujar Darmayasa. *dar

BAGIKAN