Produsen Arak Karangasem Temui Ketua DPRD untuk Audiensi ke Gubernur

11
Perwakilan perajin arak menemui Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana.

Amlapura (bisnisbali.com) –Perwakilan produsen/perajin arak dari Banjar Kebung, Sidemen, Karangasem, Jumat (20/9) menemui Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana.

Didampingi Bendesa Adat Kebung Drs. I Ketut Wika, para perajin arak itu berharap tidak lagi digerebek polisi. Sebelum Pergub Bali tentang Legalisasi Arak diberlakukan, perajin ingin audiensi dengan Gubernur Bali dan didampingi Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana.

Hal itu disampaikan perwakilan perajin arak Kebung, Sidemen. Perwakilan perajin arak itu mengatakan, sebenarnya ada kesepakatan melalui perarem desa setempat, jika ada petugas melakukan penggerebekan terhadap perajin arak,  warga akan membunyikan kulkul bulus.

Beberapa hari lalu, ada petugas yang hendak melakukan penindakan terhadap orang yang membawa arak, namun warga belum sampai membunyikan kulkul bulus. Sebab, bendesa adat lebih dulu tiba dan mencarikan jalan keluar, sehingga arak warga tak sampai disita.

Ketut Wika mengatakan, kerajinan arak di desanya sudah berlangsung turun-temurun.  Kerajinan itu mata pencarian utama, sambil bertani. Petani pemilik kebun kelapa menyadap tuak dari bunga kelapa dan dijadikan tuak.

Tuak itu disuling secara tradisional sampai menjadi arak. Arak utamanya dibuat untuk tetabuan atau guna memenuhi keperluan ritual. Jika arak itu ada yang menggunakan untuk diminum, bukanlah menjadi tanggung jawab perajin.
Ketut Wika di depan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, sebelum Pergub Bali tentang legalisasi  arak tradisional petani dan perajin itu disahkan atau diberlakukan, perwakilan perajin ingin audiensi atau bertemu Gubernur Bali.

Ada sejumlah masukan yang ingin disampaikan para perajin, sehingga semuanya berjalan baik. Para perajin terlindungi dan diharapkan tidak ada sampai menyalahgunakan, misalnya mengoplos arak tradisional produksi petani atau perajin. Jika ada yang mengoplos di luar perajin itu sendiri, sesungguhnya yang dirugikan adalah perajin sendiri.

Sebab, bisa jadi di tingkat perajin harganya tak terlalu tinggi, tetapi ada oknum yang mengoplos atau mencampur, sehingga harganya lebih mahal atau keuntungan pelaku pengoplos lebih tinggi, tetapi yang rusak citranya adalah para perajin arak.
Di lain pihak, Ketua DPRD Gede Dana mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan kedatangan para perajin atau perwakilan perajin arak itu. Soal harapannya agar bisa beraudiensi dengan Gubernur Bali, pihaknya akan menyampaikan dan berkoordinasi dengan pihak di kantor Gubernur Bali, sehingga  diatur jadwal  Gubernur Bali menerima perwakilan para perajin arak.

 ‘’Saya mengerti kesulitan yang dihadapi  para perajin, khususnya para petani dan perajin arak di Karangasem. Sebab di desa saya sendiri juga banyak perajin arak. Mereka petani bahkan ada petani penggarap atau buruh tani penyadap tuak. Perajin arak yang sangat banyak di Karangasem sekadar untuk bisa menyambung hidup, harus dibantu, dicarikan jalan ke luar terbaik,’’ katanya. *bud

BAGIKAN