AA Ngurah Putra Arimbawa Kecipratan Rezeki  

10

PERHELATAN Porprov Bali XIV yang digelar di Kabupaten Tabanan, menurut AA Ngurah Putra Arimbawa memberi berkah tersendiri bagi sejumlah homestay di desa wisata. Tak terkecuali Desa Wisata Pinge di Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

“Ajang olah raga ini telah berdampak pada meningkatnya tingkat hunian homestay di Desa Wisata Pinge. Pasalnya, salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan, yakni balap sepeda  dalam ajang Porprov Bali dilaksanakan di Desa Pinge. Setidaknya ada lebih dari 12 kamar yang dimanfaatkan untuk penginapan atlet,” kata pengelola Desa Wisata Pinge ini.

Menurut Ngurah Putra, untuk tarif sewa per kamar di Desa Wisata Pinge dibandrol Rp300 ribu berisi 2 orang. Itu sudah termasuk sarapan dan makan malam. Selain homestay, dampak dari ajang Porprov ini juga berimbas pada perekonomian di Desa Wisata Pinge, khususnya warung kecil juga mendapatkan rezeki selama Porprov. “Masyarakat pedagang kecil di warung juga kecipratan rezeki,” katanya.

Sementara itu di sisi lain, kata Ngurah Putra, selain memiliki potensi alam yang mendukung aktivitas wisata, Desa Pinge juga memiliki berbagai atraksi yang menjadi daya tarik wisatawan selama ini. Potensi alam yang ada menjadi daya tarik dari Desa Wisata Pinge ini seiring dengan mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar merupakan petani.

Ia menambahkan, sektor pertanian tersebut yang kemudian ditawarkan kepada para wisatawan yang datang. Salah satu  aktivitas wisata yang dilakukan di Desa Pinge adalah trekking.

“Jalur trekking menarik, karena melintasi areal persawahan yang ada di Desa Pinge. Wisatawan tidak saja disuguhkan pemandangan sawah semata, namun juga beragam jenis aktivitas pertanian,” katanya.

Selain melihat areal persawahan, wisatawan juga bisa melihat pura subak yang menjadi tempat petani melaksanakan berbagai ritual terkait dengan pertanian.

Di Desa Pinge terdapat tiga pura subak, yakni Subak Pacung, Baluan, dan Pengilen. Biasanya aktivitas trekking ini dilakukan pagi hari atau sore hari. Ketika aktivitas trekking dilakukan pagi hari, biasanya paket trekking dimulai dengan sarapan pagi.

Ia menambahkan, Desa Pinge juga memiliki beragam atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan, yakni mulai dari membuat lawar, sate, menari Bali, mengukir hingga menonton tarian tradisional khas Desa Pinge yaitu tari Joged Gebyog.

“Tarian ini awalnya tarian sakral, hanya boleh ditarikan gadis yang belum datang bulan. Kemudian sedikit dimodifikasi menjadi tarian komersial, agar bisa dinikmati turis,” katanya. *man

BAGIKAN