Delegasi Colombo Plan Kunjungi Sejumlah IKM di Gianyar

12
KUNJUNGAN - Pemkab Gianyar melalui Dinas P3AP2KB menerima kunjungan sejumlah negara yang tergabung dalam organisasi Colombo Plan.

Gianyar (bisnisbali.com) – Pemkab Gianyar melalui Dinas P3AP2KB menerima kunjungan sejumlah negara yang tergabung dalam organisasi Colombo Plan. Bali tahun ini dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaran Colombo Plan dengan program South-south and Triangular Cooperation atau  Kerjasama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) program sharing Best Practices on Women Economic Empowerment in Indonesia, dan sejumlah IKM di Gianyar mendapat kesempatan emas dikunjungi sejumlah anggota delegasi Colombo Plan.

Pada kesempatan kali ini delegasi Colombo Plan yang didampingi  didampingi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dan Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg) berkesempatan mengunjungi sejumlah IKM di Kabupaten Gianyar seperti Puri Damai di Br. Tunon Desa Singakerta Ubud,  Barong Cokies di Desa Nyuh Kuning Ubud, Tenun Putri Ayu Blahbatuh Gianyar dan di Gold & Silver Bara Desa Celuk Sukawati, Rabu (18/9).

Organisasi internasional Colombo Plan yang beranggotakan 25 negara-negara berkembang dan negara maju, di mana Indonesia salah satu anggotanya ini merupakan organisasi yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial negara anggota, memajukan kerja sama teknik serta membantu alih teknologi antara negara anggota, memfasilitasi transfer dan berbagai pengalaman pembangunan antar-negara anggota sekawasan dengan penekanan pada konsep kerja sama Selatan-Selatan.

Seperti ditegaskan Kabag Kerja Sama Biro Perencanaan dan Data dari Kementerian PPPA RI, Nani Dwi Wahyuni, pemerintah RI bekerja sama dengan Colompo Plan dan ini merupakan tahun kelima pelaksanaan kerja sama tersebut. Tahun ini menurut Nani yang dipilih adalah masalah isu pemberdayaan perempuan dan Bali menjadi salah satu tempat pemberdayaan perempuan yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia terutama dalam keikutsertaan mereka dalam sektor ekonomi atau IKM. Selama 5 hari masa kunjungan peserta yang terdiri dari anggota IKM di Bali diberi pemahaman materi di kelas dan peninjauan langsung ke lapangan pusat-pusat IKM.

“Bali kami pilih karena Bali menjadi satu tempat yang pemberdayaan perempuannya yang kami nilai adalah salah satu tempat yang terbaik di Indonesia, sehingga kami memilih Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan sharing program Colombo Plant tahun ini,” kata Nani.

Sementara itu, pemilik Puri Damai, I Wayan Damai mengatakan, usaha tanaman herbal ini sudah sekitar 25 tahun yang lalu. Sampai saat ini Puri Damai sudah memiliki koleksi tanaman obat-obatan hampir 382 jenis yang ditanam di lahan seluas 1 hektar lebih. Menurut Wayan Damai, dengan konsep herbal pihaknya berusaha membantu banyak orang khususnya yang menderita diabetes, darah tinggi hingga kanker. Untuk kelangsungan usahanya ini ia selalu bekerja sama dengan para petani dan juga pihak akademisi seperti perguruan tinggi yang ada di Bali. Selain pengobatan, Puri Damai juga bergerak di bidang edukasi dengan menerima siapa pun yang ingin belajar tanaman dan pongobatan secara herbal. *adv

BAGIKAN