Uji Kompetensi Mantapkan Ketangguhan Hadapi Bencana    

27

Denpasar (bisnisbali.com) –Bencana demi bencana masih membuntuti wilayah Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat selama Agustus 2019 saja terdapat 52 kali gempa bumi dengan magnitudo di atas 5.

Selain itu dalam beberapa waktu terakhir secara beruntun terjadi bencana mulai dari erupsi Gunung Agung, gempa bumi Lombok, gempa-tsunami dan likuifaksi Palu Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga tsunami di Selat Sunda.

Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra mengatakan bencana alam yang kerap disertai ancaman kesehatan bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Terlebih Indonesia adalah negeri yang rawan bencana. “Kita bisa jadi pihak yang menderita karena berpotensi kehilangan harta dan sanak keluarga, namun kita juga dapat menjadi aktor utama dalam penanganan bencana. Kita perlu bersahabat dengan bencana dengan mengenali bencana itu sendiri. Tujuannya supaya kita bisa menghadapi bencana, selamat, dan dapat melanjutkan kehidupan kembali,” ungkap Alit Putra saat peringatan HUT ke-74 PMI di Markas PMI Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (17/9).

Menurut Alit Putra, keinginan tersebut hanya bisa diwujudkan melalui komitmen tinggi antara pemerintah, pemangku kepentingan, lembaga kemanusiaan dan yang terpenting masyarakat untuk secara bersama-sama melakukan dan mendukung usaha-usaha pengurangan risiko bencana. Jika semua pihak tangguh maka bencana tidak akan menghambat laju kemajuan bangsa dan negara, Indonesia maju karena semuanya tangguh.

Untuk itulah, guna memantapkan kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana, PMI Provinsi Bali menggelar Uji Kompetensi Penanggulangan Bencana PMI Regional Indonesia Timur.

“Uji Kompetensi ini diikuti sekitar 50 peserta, tujuannya untuk memantapkan skill atau ketangguhan para staf dalam menghadapi bencana dan kegiatan kesehatan masyarakat. Nantinya mereka bisa menyebarkan kepada elemen masyarakat seperti karyawan hotel agar memiliki jiwa kemanusiaan setidaknya dalam upaya pertolongan pertama atau saat ada bencana sehingga kita tidak pesimis menghadapi bencana,” sebutnya. Selain itu juga diadakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh para staf PMI dan pelajar. *dar

BAGIKAN